Sabtu, 20 September 2008

silsilah Zaenal Abidin ( Banjursari buluspesantren Kebumen ), Syekh Marwan Ali Menawi ( Banjursari buluspesantren kebumen ), Kahfi Tsani Somolangu

SILSILAH / NASAB MUH. KAHFI AWWAL, ZAENAL ABIDIN BANJURSARI BULUSPESANTREN dan MUHAMMAD KAHFI TSANI SOMOLANGU KAB. KEBUMEN

Muh. Kahfi Awwal berputra ;
Muhtarom berputra ;
Jawahir berputra ;
Syekh Yusuf berputra ;
Zaenal Abidin menurunkan :
1. Syeh Marwan Ali Menawi
2. Djawahir
3. Abdurrouf / Nyai Abdurrouf
4. Zaenal Muhammad / Nyai Zaenal Muhammad
5. Zaenal Muharram

Syeh Marwan Ali Menawi menurunkan ;
1. Nyai Tohir
2. Nyai Ali Imran
3. Muh. Syuhada
4. Nyai Samenawi
5. Muh. Kahfi Tsani
6. Abdulmanan
7. Nyai Haji Abbas
8. Nyai Ali Muharrom
9. Abdul Mu'id
10. Abdul Muhtar

Djawahir menurunkan ;
1. Ali mustafa
2. Nyai Basar kahfi
3. Ali Muntaha
4. Nyai Sanmustafa
5. Nyai Ramadipura
6. Nyai Nawawi
7. Marjuned
8. Nyai Madmurdja
9. Badaruddin
10. Nyai Satirah
11. Dullah Anwar

Abdurrouf / Nyai Abdurrouf menurunkan ;
1. Taslim
2. Nyai haji Bakri
3. Akram

Zaenal Muhammad / Nyai Zaenal Muhammad menurunkan ;
1. Madmardja
2. Sanpawiro ( Marwoto )
3. Tirtamanad
4. Nyai Pingi
5. Nyai Salamah
6. Mardinah

Zaenal Muharram menurunkan ;
1. Muh. Abror
2. Achmad
3. Abd. Umar
4. Nyai Ragil
5. Zaenal Abidin
6. Dawud
7. Nyai Haji Mukmin

Muh. Kahfi Tsani menurunkan
1. Nyai Abdurrohman
2. Nyai Sirad
3. Nyai Damanhuri
4. Nyai Abdul Mahmud
5. Nyai Sadeli
6. Nyai Ramli
7. Kyai Mukti

AbdulManan menurunkan ;
1. Mahful ( istri pertama )
2. Mabrur ( Istri pertama )
3. Mangsur ( istri pertama )
4. Makmur ( istri kedua )
5. Mabruroh ( istri kedua )
6. Masfur ( istri ketiga )
7. Madzfur ( istri ketiga )
8. Wilayah ( istri ketiga )
9. Masfuroh

Muh. Syuhada menurunkan ;
1. Nyai Asfia
2. Nyai Taslim
3. Abdullah Mahmud
4. Nyai sadikin
5. Nyai Zaenal Abidin
6. Muh. Chotim

Ali Mustafa menurunkan ;
1. Sastra
2. H. Muhson
3. Imam Pura
4. Sarbini
5. Dalail
6. Munirah
7. Nyai Madmarja

Ali Muntaha menurunkan ;
1. Muhsin
2. Muhson
3. Muhsonah
4. Munsarip
5. Munisah
6. Mutnginah

Nyai Nawawi menurunkan ;
1. Nyai Carik jetis
2. Nyai Ahmad
3. Nyai Badriyah
4. Haji Masyhud
5. Nyai Trafas
6. Maklum

Badaruddin menurunkan ;
1. Nyai Ali Tsani kauman
2. Makmun
3. Nyai Maklum

Mardinah menurunkan ;
1. Somamihardja
2. Martadidjojo
3. Nyai Wongsowidjojo

Abdullah Umar menurunkan ;
1. Mutingah ( istri pertama )
2. Aminah ( istri pertama )
3. Basyir ( istri kedua )
4. Thubaniyah ( istri kedua )
5. Salim ( Istri kedua )
6. Sufar ( istri kedua )

Zaenal Abidin menurunkan ;
1. malichah
2. Nasichah
3. Achmad Moetawalli

Nyai Abdurrohman / H. Abdurrohman menurunkan ;
1. Mahfud
2. Thoifur
3. Nyai Ghonimah
4. Haji Nursodik

Nyai Sirad menurunkan ;
1. Mahful
2. Bakri
3. Rohmah / zawawi menurunkan ;
1. Ghofir
4. Shofiah / zawawi menurunkan ;
1. Ngasit

Nyai Sadeli menurunkan ;
1. Zaenal
2. Syamsuri

Makmun menurunkan ;
1. Honimah, menurunkan ;
1. Sayyid R. Muhammad Raffie Ananda / Tuti Khusniati Al Maki
2. RA. Aila Rezannia


bagi nasab Zaenal Abidin yang belum tercatat bisa menghubungi penulis di email ravieananda@yahoo.com atau
datang langsung di kediaman penulis di Jalan Garuda 13 Kebumen Jateng

Ngumpulake balung Pisah, memayu hayuning diri, keluarga nungsa lan bangsa tanah Dhawa R.I


wassalam



sejarah desa bulus kecamatan gebang kabupaten purworejo / Sejarah dan silsilah Sayyid Ahmad Muhammad Alim Basaiban Bulus Purworejo Pustaka Bangun

Jumat, 28 Maret 2008

Sejarah dan Silsilah Kyai Sayyid Ahmad Muhammad Alim Basaiban Bulus Purworejo


oleh : Ravie Ananda

Kyai Sayyid Ahmad Muhammad Alim Basaiban Bulus Purworejo dilahirkan di Afdeling Ledok (Wonosobo) pada tahun 1562 M. Menurut riwayat, beliau adalah keturunan ke 32 dari Baginda Rosulullah Muhammad saw.

Silsilah selengkapnya adalah sebagai berikut.

  1. Kyai Sayyid Ahmad Muhammad Alim Basaiban, ibni

  2. R. Singosuto, Mojotengah Garung Wonosobo, ibni

  3. R. Alim Marsitojoyo, ibni

  4. R. Martogati, Wonokromo Garung Wonosobo, ibni

  5. R. Dalem Agung / RA. Nyai Dalem Agung , Mojotengah Garung Wonosobo, ibni

  6. R.A Nyai / R. Kyai Dilem Bandok Wonokromo Garung Wonosobo, ibni

  7. R.A Nyai Bekel Karangkobar Banjarnegara, ibni

  8. R.A Nyai Segati / Pangeran Bayat, Tegalsari Garung Wonosobo, ibni

  9. Sunan Kudus, ibni

  10. Syarifah ( istri Sunan Ngudung ), ibni

  11. Sunan Ampel, ibni

  12. Maulana Malik Ibrahim, ibni

  13. Syekh Jumadil Kubro, Pondok Dukuh Semarang, ibni

  14. Ahmad Syah Jalal ( Jalaluddin Khan ), ibni
  15. Abdullah ( al - Azhamat ) Khan, ibni
  16. Abdul Malik ( Ahmad Khan ), ibni
  17. Alwi Ammi al - Faqih , ibni
  18. Muhammad Shahib Mirbath, ibni
  19. Ali Khali' Qasam, ibni
  20. Alwi ats - Tsani, ibni
  21. Muhammad Sahibus Saumiah, ibni
  22. Alwi Awwal, ibni
  23. Ubaidullah, ibni
  24. Ahmad al - Muhajir, ibni
  25. Isa ar - Rummi, ibni
  26. Muhammad al - Naqib, ibni
  27. Ali al - Uraidhi, ibni
  28. Ja'far ash - Shadiq, ibni
  29. Muhammad al - Baqir, ibni
  30. Ali Zainal Abidin, ibni
  31. Husein, ibni
  32. Sayyidatina Fatimah, Ra, ibni
  33. Rosulullah Muhammad S. A. W

Kisah Masa Muda Kyai Sayyid Ahmad Muhammad Alim Basaiban, Bulus Purworejo

Saat muda, Beliau pergi menuntut ilmu ke Pekalongan. Beliau mengaji pada ulama besar di sana sampai beberapa lama, kemudian meneruskan menuntut ilmu di Mekah dalam waktu yang cukup lama pula hingga Beliau menjadi seorang ulama besar. Di Mekah Sayyid Ahmad Muhammad Alim mempelajari Tarekat Satariyah. Sepulang dari Mekah, Beliau kemudian menetap di kampung Krapyak, kota Pekalongan bagian utara, menggantikan gurunya sampai beliau menikah dan mempunyai keturunan di sana.

Keturunannya hingga sekarang banyak yang disebut Basaiban seperti : Sayyid / Habib Abu Tholib, Sayyid / Habib Toha dan lain – lain. Ada juga keturunan Beliau yang menjadi Bupati Magelang yakni R. Tumenggung Danu Sugondo, dimana adiknya juga menjadi bupati Purworejo yakni R. Tumenggung Chasan Danuningrat.

Atas permintaan para murid yang berasal dari Wonosobo, Beliau kemudian pindah ke Wonosobo. Pertama kali bermukim adalah di desa Cekelan kecamatan Kepil. Di sana beliau mendirikan pondok pesantren dan masjid yang hingga sekarang masih ada dan berkembang pesat. Pembuatannya dibantu olehbesan Beliau yang bernama R. Tumenggung Bawad ( pensiunan ) pembesar dari Kraton Yogyakarta yang bernama Wiradhaha / ayah Kyai Tolabudin ( makam di Blimbing Bruno Purworejo ) dibantu juga oleh Kyai Karangmalang ( ayah Kyai Imam Puro ) yang telah mengangkat saudara. Dikisahkan mereka membawa pohon Aren dan Pohon jambe / Pinang. Dari desa Cekelan, Beliau kemudian pindah ke desa Gunung Tawang, kecamatan Selomerto Wonosobo . Di sana pun Sayyid Ahmad Muhammad Alim mendirikan pondok dan masjid.

Setelah bermukim di desa Gunung Tawang, beliau pindah ke arah utara, sampai di dekat dukuh Kendal Mangkang, petilasan Kyai Ageng Gribig dari Klaten Surakarta sewaktu membuat pertahanan saat memerangi Belanda di Batavia ( Jakarta ). Dari tempat tersebut, beliau pindah ke arah timur sampai di Candiroto, akan tetapi tidak dikisahkan hal pendirian masjid dan pondok di sana. Perpindahan selanjutnya adalah di desa Traji, yang berada di sebelah utara Parakan Temanggung, dekat desa Mandensari. Di sana didirikan pula pondok yang sampai sekarang masih ada. Dari desa Traji, Sayyid Ahmad Muhammad Alim bermukim sebentar di desa Bulu, Salaman Magelang. Di sana didirikan pula pondok dengan dibantu oleh Kyai Muhyi Bulu. Pesantren tersebut hingga sekarang pun masih. Rute perpindahan selanjutnya adalah di desa Paguan Kaliboto Purworejo, dan seperti yang sudah – sudah, di sana pun didirikan pondok yang hingga kini pesantren itu masih. Dari Kaliboto, atas permintaan salah seorang murid setianya yakni seorang mantri polisi Beliau pindah ke Pancalan dan mendirikan pesantren sehingga daerah itu menjadi aman. Pondok pesantren tersebut hingga sekarang masih, kemudian Beliau pindah ke desa Nglegok Baledono Purworejo, mendiami bekas pondok Kyai Asnawi ( R. Tumenggung Djoyomenduro, putra kyai Syamsyiah Pengulu Landrat/ Ketua Pengadilan Negeri jaman kejawen yang makamnya terletak di Pangenjurutengah ). Kyai Asnawi mempunyai banyak pondok pesantren.

Dari Baledono, Sayyid Ahmad Muhammad Alim pindah ke Kali Kepuh Beji. Masjid digotong oleh para santri yang jumlahnya sangat banyak. Perpindahan ke Kali Kepuh beji pada awalnya atas perintah Bupati Purworejo yang pertama pada jaman Belanda yang bernama Raden Mas Cokrojoyo, dikarenakan ketakutan Belanda akan adanya penyerangan sewaktu – waktu yang akan dilakukan oleh Sayyid Ahmad Muhammad Alim dan para santrinya. Begitu juga dengan perpindahan Beliau ke Bulus yang merupakan perintah dari Bupati, yang tujuan sebenarnya adalah agar Sayyid Ahmad Muhammad Alim mati dimangsa Brekasakan Hutan ( sejenis hewan dan mahluk halus ), lelembut, harimau, celeng / babi hutan dan warak ( sejenis badak ), sebab di sana terdapat sebuah beji ( semacam mata air ) yang di dalamnya terdapat sepasang bulus ( sejenis kura – kura ) berwarna putih yang merupakan mahluk halus. Maka daerah Bulus saat itu terkenal dengan sebutan Jalma Mara Jalma Mati yang artinya manusia mendekat, manusia mati. Sayyid Ahmad Muhammad Alim tetap selamat dan bahkan kemudian tempat tersebut menjadi desa yang makmur dan pesantrennya berkembang pesat hingga menyebar menjadi cikal bakal lahirnya pesantren – pesantren yang ada di Purworejo dan sekitarnya. Bulus yang tadinya hutan yang sangat angker beliau ubah menjadi desa yang makmur bersama para muridnya yang berasal dari berbagai daerah antara lain dari Pekalongan, Semarang, Salatiga, Magelang dan lain – lain. Jumlah murid Beliau lebih dari seribu orang. Sayyid Ahmad Muhammad alim mengajarkan tarekat Satariyah. Setelah mengaji, para murid ada yang diperintahkan untuk bekerja membuka hutan, ada yang diperintahkan membuat tempat tinggal ada juga yang bekerja seperti biasanya. Murid – murid yang berasal dari Pekalongan bekerja membuat sinjang ( jarit / kain ), sehingga kemudian daerah Bulus pada waktu itu terkenal dengan sebutan daerah Bang – bangan sinjang ( penghasil jarit / kain ). Mereka yang berasal dari Banjarmasin bekerja membuat aneka perhiasan dari emas dan ada juga yang bekerja sebagai tukang jam.


Laku Spiritual Sayyid Ahmad Muhammad Alim Basaiban Bulus Purworejo

Sayyid Ahmad Muhammad Alim sering malakukan tirakat puasa mutih, sering tidak makan. Beliau hanya makan sekali dalam sehari. Pakaian yang dikenakan berwarna putih, sering juga mengenakan pakaian berwarna gadung ( hijau ). Ikat pinggangnya terbuat dari pelepah pisang. Apabila mencuci, Sayyid Muhammad Alim menggunakan pace ( mengkudu ) matang sebagai sabunnya. Beliau tidak pernah merokok, melainkan ngganten ( mengunyah sirih ). Postur tubuhnya besar dan tinggi melebihi postur orang yang tinggi besar pada umumnya. Suaranya besar dan hati serta pikirannya legawa / bersahaja.

Sayyid Ahmad Muhammad Alim selalu melakukan sholat sunnah sehari semalam sebanyak 35 rokaat. Ketika Sholat Awabin sampai 20 rokaat. Sebelum tidur, seusai membaca wirid, beliau selalu bersahadat 3 kali, memohon ampun pada Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Sayyid Ahmad Muhammad Alim selalu memintakan dan mendoakan agar para keturunannya juga murid – muridnya bisa menjadi orang yang soleh. Beliau juga menjalankan tapa pendhem 40 hari 40 malam, seperti layaknya jenazah yang dikubur, hanya pada bagian atas tepat di bagian kepala diberi sebilah bambu sebagai jalan nafas saat di dalam kubur. Ditengah – tengah lubang tersebut diberi benang yang digunakan untuk isyarat bahwa Beliau masih hidup. Setiap sore benang ditarik yang menandakan bahwa Sayyid masih hidup di dalam kubur. Menurut riwayat, di dalam tapa pendhemnya, Sayyid Ahmad Muhammad Alim mendapatkan isyarat gaib seperti berikut.

Beliau diperintahkan untuk memilih salah satu dari 3 bendera. Bendera tersebut berwarna putih, hijau dan merah. Ada suara gaib yang kemudian memerintahkan untuk memeilih salah satu. Pilihen Kyai ( pilihlah Kyai ) ?. Kyai Sayyid Ahmad Muhammad Alim kemudian memilih bendera yang berwarna putih. Setelah memilih salah satu, kemudian suara gaib itu menerangkan sebagai berikut.

Bahwa putih tadi perlambang amal soleh: hijau perlambang materi keduniawian sedangkan merah perlambang dari kekuatan fisik.

Sehingga amanah Beliau untuk semua anak turunnya seperti berikut.

“ Anak turunku ora usah tirakat, asal gelem mantep anggone ngaji, bakal diparingi dadi wong mulya dunya tekan akherat.” ( anak turunku tidak perlu tirakat, asal mantap mengaji akan menjadi orang mulya dunia dan akherat ).

Sayyid Ahmad Muhammad Alim Ahli Nahwu, Fiqih dan Tafsir. Tiap malam sering dijaga oleh harimau singga 5 ekor. Sering juga dijaga oleh Warak ( sejenis badak ). sehingga rumah dan tanaman Beliau menjadi aman. Di mana tempat yang dianggap angker oleh masyarakat umum, apabila telah ditempati oleh Beliau menjadi aman.Orang yang jahat sekali pun apabila telah bertemu dengan beliau, maka akan menjadi orang soleh. Maka banyak yang menjadi pengikut kemana pun Beliau pindah karena tidak bisa berpisah dengan Sayyid Ahmad Muhammad Alim.

Sayyid Ahmad Muhammad Alim sering juga menghilang, terutama malam Jumat, akan tetapi di dalam masjid terdengar ada suara bergema jamaah dzikir Satariyah, yang dijaga pula oleh brekasakan hutan.

Setengah riwayat diceritakan bahwa suara dzikir tersebut hingga sekarang masih terdengar saat malam Jumat di makam Beliau. Ada yang bisa melihat, berujud haji sejumlah 40 orang yang rupawan. Untuk melihatnya harus dengan menjalankan sholat sunah dan membaca surat Yaasin terlebih dahulu.

Sayyid Ahmad Muhammad Alim selalu menyiarkan Islam, hingga menyebar di seluruh Purworejo hingga adanya pesantren di Loning, Pancalan, Tirip, Maron dan lainnya.

Tarekat Satariyah setelah Sayyid Ahmad Muhammad Alim wafat diteruskan oleh Kyai Guru Loning Mukhidinirofingi dan Kyai Muhammad Alim Maron. Kyai Muhammad Alim Maron juga pernah ditangkap Belanda sebab menjalankan tarekat Satariyah, karena dicurigai akan seperti Kyai Sayyid Ahmad Muhammad Alim.

Sayyid Ahmad Muhammad Alim mempunyai badal 2 orang yakni :

  1. Ngumar

  2. Haji Toha

Akan tetapi setelah wafatnya Sayyid Ahmad Muhammad Alim, Haji Toha kemudian pergi ke Kelang Singapura, dan mungkin mengajarkan Tarekat Satariyah di sana. Para murid juga banyak yang pulang keasalnya masing – masing setelah Beliau wafat, sehingga Bulus pada waktu itu kosong hingga 3 tahunan.

Atas pertolongan Yang Maha Kuasa, ada seorang yang bernama Raden Mas Cokrojoyo ( bupati Purworejo yang pertama ) memerintahkan kepada Ulama yang bertempat tinggal di kampung Madiyokusuman Purworejo bernama R. Syarif Ali untuk menempati daerah Bulus. Keturunannya hingga saat ini masih. Tanah pesantren kemudian diwakafkan kepada yang memimpin di situ untuk meneruskan.


Masa Perjuangan

Sayyid Ahmad Muhammad Alim Basaiban Bulus berjiwa pejuang. Pada waktu Kanjeng Sultan Agung Hanyakrakusuma Mataram memerangi Belanda di Batavia ( Jakarta ), yang memberangkatkan Kyai Ageng Gribig Klaten Surakarta, Kyai Sayyid Muhammad Alim menyerahkan para murid pemudanya untuk dijadikan prajurit, yang dipimpin oleh Kyai Ageng Gribig.

Jaman Pangeran Diponegoro ( R.M. Ontowiryo ), Beliau juga dengan sangat halus tanpa diketahui Belanda menyerahkan para santri mudanya untuk dijadikan prajurit. Agar tidak diketahui Belanda, maka Beliau berpindah – pindah tempat. Murid – murid diserahkan pada pertahanan Magelang dan Bagelen, yang dipimpin oleh R. Tumenggung Djoyomustopo yang makamnya di Sindurejan., juga pada R. Syamsyiah ( Pengulu Landrat Pangenjurutengah ).

Riwayat Setelah Perang Berhenti

Sayyid Ahmad Ahmad Muhammad Alim Basaiban masih meneruskan perjuangannya. Setelah Belanda menguasai negara ini hukum yang berlaku adalah sebagai berikut.

  1. Orang yang ditangkap kemudian dihukum dengan disalib dan dijemur di terik matahari, kemudian dicor timah panas hingga mati (seperti yang terjadi di Kedung Lo, sebelah barat Tanggung Purworejo)

    Sayyid Ahmad Muhammad Alim Basaiban kemudian mengajukan tuntutan agar hukuman itu diubah. Tuntutan tersebut diterima Belanda. Hukuman kemudian berubah menjadi

  2. Hukuman Picis di Bong Cina

    Sayyid Ahmad Muhammad Alim Basaiban kemudian kembali mengajukan tuntutan agar hukuman itu diubah. Tuntutan tersebut diterima Belanda. Hukuman kemudian berubah menjadi

  3. Hukuman Gantung

Semua tuntutannya dibantu oleh Kyai Guru Loning Mukhidinirofingi. Apabila akan mengajukan tuntutan, Sayyid Ahmad Muhammad Alim selalu mengunyah sirih terlebih dahulu, kemudian berpakaian putih atau hijau, kemudian ditandu sebab usianya yang sangat tua. Belanda menganggap Beliau sebagai Pimpinan Pengadilan.

Diceritakan bahwa Kyai Sayyid Muhammad Alim berpindah – pindah hingga28 tempat. Usia Beliau mencapai 280 tahun. Sayyid Ahmad Muhammad Alim wafat pada hari Jumat Pahing tanggal 1 Jumadilakhir tahun B 1262 Hijriyah/1842 Masehi. Beliau dimakamkan di sebelah barat pengimaman masjid Bulus.

Peringatan Haul Sayyid Ahmad Muhammad Alim Basaiban Bulus dilakukan rutin setiap tahun di Bulus Purworejo oleh seluruh anak turunnya.


Silsilah pra Turunipun Sayyid Muhammad Alim Bulus


  1. Garwa Kalibening Wonosobo peputra :

1. Sayyidah Nyai Tolabudin Paguan Kaliboto Purworejo

2. Sayyidah Nyai Khasanadi Munggang Kreteg Wonosobo

3. Kyai Sayyid Ngabduljalal Bulu Salaman Magelang

4. Kyai Sayyid Mualim Pancalan Loano Purworejo


  1. Garwa Banyuurip Purworejo peputra :

1. Kyai Sayyid Rofingi Sorogenen Purworejo

2. Sayyidah Nyai Zaenul Ngalim Greges Tembarak Temanggung


  1. Garwa Kedung Dowo peputra :

1. Kyai Sayyid Muhammad Alim Loano Purworejo

2. Kyai Sayyid Muhammad Zein Solotiyang Purworejo



Sayyidah Nyai Tolabudin peputra :

  1. Kyai Sayyid Taslim Tirip Gebang Purworejo

  2. Kyai Sayyid Ahmad Husen Paguan Kaloboto Purworejo


Nyai Khasanadi Munggang ( Nyai Gentong ), dados garwanipun Kyai Ngali Markhamah Bendosari Sapuran Wonosobo ananging mboten kapanjang, lajeng kagarwa dening Kyai Chasanadi lan peputra :

  1. Sayyidah Nyai Murdaqoh Krakal Kreteg Wonosobo

  2. Sayyidah Nyai Pencil Kreteng Wonosobo


Kyai Sayyid Ngabduljalal Bulu peputra ( saking garwa I ) :

  1. Kyai Sayyid Bughowi Ngentos Muntilan Magelang

  2. Kyai Sayyid Imron Krumpakan Kajoran Magelang

  3. Kyai Sayyid Ngabdul Jalil Bulu Salaman Magelang

  4. Sayyidah Nyai Chayat Bulu Salaman Magelang

  5. Sayyidah Nyai Ngabdullah Bulu Salaman Magelang

  6. Kyai Sayyid Ngabdul Ngalim Bulu Salaman Magelang

  7. Sayyidah Nyai Ngabdul Kodir Kedung Lumpang Salaman Magelang


Saking Garwa Putri Patih Dipodirjo Purworejo peputra :

  1. Sayyidah Nyai Ngabdullah Solotiyang Loano Purworejo

  2. Sayyidah Nyai Syekh Yusuf Solotiyang Loano Purworejo

  3. Kyai Sayyid Jakfar Naib Banyuasin Loano Purworejo

Kyai Sayyid Mualim Pancalan peputra :

  1. Sayyid Imam Jaed Jagir Bruno Purworejo

  2. Kyai Sayyid Ngabdul Murid Greges Tembarak Temanggung

  3. Sayyidah Nyai Ngabdullah Faqih Gintung Gebang Purworejo

  4. Sayyid R. Ng. Joyodirjo Salamkanci Bandongan Magelang

  5. Sayyid Haji Dachlan Greges Tembarak Temanggung

  6. Sayyidah Nyai Muhammad Rustam Pancalan Loano Purworejo

  7. Sayyidah Nyai Ngabdulmanan Pancalan Loano Purworejo

  8. Sayyidah Nyai Tumpak Terasan Bandongan Magelang


Kyai Sayyid Rofingi Sorogenen peputra :

  1. Sayyidah Nyai Syuhadak Purwodadi Banjarnegara

  2. Kyai Sayyid Ahmad Junus Bulus

  3. Kyai Sayyid Batang Pekalongan

  4. Ayah Kyai Sayyid Dachlan Sorogenen Purworejo


Kyai Sayyid Muhammad Alim Maron peputra :

  1. Kyai Sayyid Belah Kedungwot ( Ambal Pucang ) Kebumen

  2. Kyai Sayyid Ngusman Gambasan Tembarak Temanggung

  3. Kyai Sayyid Ngabdullah Cekelan Tembarak Temanggung

  4. Sayyidah Nyai Juwar Maron

  5. Kyai Sayyid Ahmad Maron ( wafat muda )

  6. Kyai Sayyid Ridwan Maron ( wafat muda )

  7. Kyai Sayyid Siroj Maron

  8. Kyai Sayyid Nawawi Cacaban Kaliboto Purworejo

  9. Sayyidah Nyai Sayuti Tegalarung Parakan Temanggung

  10. Sayyidah Nyai Maimun ( Sabilan ) Bulus Gebang Purworejo

  11. Sayyidah Nyai Chotimah ( Kyai Bakri ) Kalongan Loano Purworejo

  12. Kyai Sayyid Ngadnan Parakan Temanggung


Kyai Sayyid Zein Solotiyang peputra :

  1. Sayyidah Nyai Haji Ngali Pabean Muntilan Magelang

  2. Sayyidah Nyai Suchemi Pangenjurutengah Purworejo

  3. Sayyidah Nyai Ngabdullah Faqih Sutoragan Kemiri Purworejo

  4. Sayyidah Nyai Kalisuren Kreteg Wonosobo

  5. Sayyidah Nyai Ngabdul Majid I Grabag Magelang

  6. Sayyidah Nyai Ngabdul Majid II Grabag Magelang

  7. Kyai Sayyid Daldiri Solotiyang ( wafat muda )

  8. Kyai Sayyid Fadil Solotiyang Loano Purworejo

  9. Sayyidah Nyai Badar Solotiyang Loano Purworejo


Sayyidah Nyai Zainul Ngalim peputra :

  1. Sayyidah RA. Nyai Ngabdul Chalim Greges Tembarak Temanggung

  2. Sayyidah RA. Nyai Ngabdullah Faqih Wonosobo

  3. Sayidah RA. Nyai Ngabdul Murid Greges Tembarak Temanggung


Kyai Sayyid Taslim / Fatimah peputra : (garwanipun Kyai Taslim saking Luning, Bulus, Kaliwatu lan satunggal dereng dipun mangertosi asalipun )

  1. Kyai Sayyid RM. Abdurrohman Tirip Purworejo

  2. Sayyidah RA. Jamilah ( Nyai Ibrahim Pengulu Landrat Kebumen )

  3. Sayyidah RA. Aisyah Kyai Abu Sujak Kemiri

  4. Kyai Sayyid RM. Abdurrohim

  5. Sayyidah RA. Suyud / Kyai Suyud Karangrejo Kutoarjo




Putra saking garwa sanesipun Nyai Fatimah ;


  1. Sayyidah Nyai Murtaman ( Lubang Butuh )

  2. Kyai Sayyid Abdullah Sajad ( Pengulu Kebumen )

  3. Kyai Sayyid Ibrahim Pituruh

  4. Kyai Sayyid Dullah Ngusman Singapura / Malaysia

  5. Kyai Sayyid Dullah Feqih Gintungan

  6. Kyai Sayyid Abdul Qohir Tirip

  7. Kyai Sayyid Abdul Mukti Bruno

  8. Kyai Sayyid Zaet Tirip peputra

kaliyan garwa Putri Termas ;

1. Sayyid Nawawi

kaliyan garwa Syarifah Zaenab ;

1. Syarifah Barokah ( Baroroh )


  1. Sayyidah Nyai Maemunah ( Kyai Yusuf Sucen ) peputra ;

1. Sayyidah Sri / Kyai Mabrur Kutoarjo peputra ;

1. Kyai Sayyid Zakariya Lampung

2. Kyai Sayyid Muchtarom ( kaliyan Nyai Johar ) peputra ;

1. Sayyid Malik

2. Sayyidah Rohmah ( seda timur )

3. Kyai Machfudz kaliyan Nyai Rufingah lan Nyai Maryatun mboten peputra lajeng mundhut putra angkat ;

1. Zawawi bin Kyai Kodir Ali Imran

  1. Sayyid Kyai Suyud Karangrejo Kemiri peputra ;

  2. Kyai Sayyid Arsan peputra ;


Kyai Sayyid R. Abdurrohman alm. peputra : ( garwa kyai Sayyid R.Abudrrohman wonten kalih, ananging dereng dipun sumerepi asma – asmanipun. Garwa sepindah saking Sucen, garwa kaping kalih saking Bulus )

Kaliyan garwa Sucen ;
1. Sayyidah RA. Roikhanah Plumbon
2. Sayyid R. Hadiyul Mustofa/H. Sucen

Kaliyan garwa Bulus ;

1. Sayyidah RA. Fatimah

2. Sayyidah Wardiyah ( mboten peputra )


1. Sayyidah RA. Roikhanah Plumbon Kebumen peputra :

    1. Sayyidah RA. Rughoyah / Makmun alm.

    2. Sayyidah RA. Rofqoniyah / Kyai Matori alm.

    3. Sayyid R. Sanusi alm.

    4. Sayyid R. Sugeng alm.

    5. Sayyid R. Dulkodir alm.

1. Sayyidah RA. Rughoyah / Makmun peputra :

1. Sayyidah RA. Rokhimah peputra ;
2. Sayyidah RA. Kharisoh peputra ;

1. Sayyidah RA. Nurul

2. Sayyidah RA. Retno

3. Sayyid R. Beni


3. Sayyidah RA. Khotmah peputra ;


4. Sayyidah RA. Halimah peputra ;


5. Sayyidah RA. Honimah peputra ;

1. Sayyid R. Muh. Rafi Ananda / Tuti Khusniati Al Maki peputra:

1.Sayyid R. Avataranindita Manungsa Jati

2. Sayyidah RA. Aila Rezannia / Poedjo Rahardjo peputra:

1.Sayyidah RA. Grahita Rahdipa Rahardjo

6. Sayyidah RA. Soimah peputra ;

1. Sayyid R. Arif Hidayat

2. Sayyidah RA. Titin Rahayuningsih

3. Sayyid R. Teguh Priyatno

4. Sayyidah RA. Nur Fatmawati

5. Sayyidah RA. Diyah Kurniasari

2. Sayyidah Rofqoniyah peputra;
1. KH. Sayyid R. Salim Almator peputra ;
1. Sayyid R. Tobagus Muslihudin Aziz
2. Sayyidah RA. Hikmatul Hasanah
3. Sayyidah RA. Maksumah Kurniawati
4. Sayyid R. Musyafa Firman Iswahyudi
5. Sayyidah RA. Retno Auliyatussangadah
6. Sayyidah RA. Eta fatmawati Auliyatul Ummah
2. Sayyidah RA. Songidah peputra ;


3. Sayyidah RA. Sangadatun Diniyah alm peputra ;


4. Kyai Sayyid R. Khumsosi Al Mator berputra ;
1. Sayyidah RA. Siti Khulasoh
2. Sayyidah RA. Siti Fatimah

3. Sayyid R. Lukman Zein
4. Sayyidah RA. Anis Siti Karimah
5. Sayyidah RA. Siti Khomsiati
6. Sayyid R. Anas Mufadhol alm.
5. Sayyid R. H Makmuri peputra ;

1. Sayyidah RA. ISnita

2. Sayyid R. Arif

3. Sayyidah RA. Ningrum

6. Sayyid R. Muslim peputra ;

1. Sayyidah RA. Balkis

2. Sayyidah RA. Fentiya

3. Sayyidah RA. Roro

4. Sayyid R. Mamas

3. Sayyid R. Sanusi bin Roikhanah Plumbon peputra;
1. Sayyidah RA. Sol ? Peputra ;


2. Sayyidah RA. Salamah Prembun peputra ;



2. Sayyidah RA. Fatimah binti Abdurrahman Tirip bin Sayyid Taslim /Fatimah peputra ;

Kaliyan garwa I / Jazuli ;

1. Sayyid. R. Mad Amin

2. Sayyidah RA. Rohmah

3. Sayyidah RA. Romlah

4. Sayyidah RA. Ruqoyah


Kaliyan garwa II / Haji Siroj ;

  1. Sayyidah RA. Zuhriyah

  2. Sayyid R. Yazid

  3. Sayyid R. Zahrowardi

  4. Sayyidah RA. Nguluwiyah

  5. Sayyid R. Zarnuji



Kyai Sayyid R. Abdurrohim bin Kyai Sayyid Taslim ( kagungan garwa kalih inggih punika RA. Baingah binti RM. H. Muhammad Nur bin Kyai Guru Luning kaliyan garwa Alang – alang Amba lan RA. Nafingah binti RM. Chamid Triris bin Kyai Guru Luning kaliyan garwa Putri Lurah Kroyo, ananging dereng dipun sumerepi pundi ingkang garwa sepindah lan pundi garwa ingkang kaping kalih ) :

Saking garwa I peputra :

  1. Sayyid R. Mahasin

  2. Sayyidah RA. Hasbiyah

  3. Sayyid R. Khojin

  4. Sayyid R. Baedowi

  5. Sayyidah RA. Maksumah

  6. Sayyid R. Abdullah


Saking garwa II peputra :

1. Kyai Sayyid R. Muhyi / Mukti alm. Perangan Purwoharjo Banyuwangi

2. RA. Munawaroh ( Sumatera , ananaging ngantos dumugi sakpriki dereng wonten pawartosipun )

3. KH. Sayyid R Sya'roni alm. Temurjo Purwoharjo Banyuwangi

4. Kyai Sayyid R. Abdal alm. Perangan Purwoharjo Banyuwangi

5. Kyai Sayyid R. Azhad alm. Perangan Purwoharjo Banyuwangi

6. Kyai Sayyid R. Hamdullah Buluagung Siliragung Banyuwangi

7. Kyai Sayyid Din alm.

8. Kyai Sayyid R. Fatkhan

Kyai Sayyid R. Muhyi / Mukti peputra :

1. Sayyid R. Muflih Perangan

2. Sayyid R. Muh. Miftah Perangan

3. Sayyid R. Mudatsir

4. Sayyidah RA. Muhsonah

5. Sayyidah RA. Mu'awah Seneporejo Siliragung

6. Sayyid R. Muzamil

7. Sayyidah RA. Mudzrikah

8. Kyai sayyid R. Munhamir Tamanagung Cluring Banyuwangi

9. Sayyidah Mustaqimah Sukorejo


KH. Sayyid R. Sya'roni Temurejo peputra :

1. Sayyidah RA. Mutmainah

2. Sayyid R. Sairu
3. Sayyid R. Khamami
4. Sayyid R. Jami'ah
5. Sayyid R. Jauhar
6. Sayyid R. Halimi

Kyai Sayyid R. Azhad alm. Perangan Purwoharjo Banyuwangi peputra :

1. Kyai Sayyid R. Mustofa Azhad Perangan

2. Kyai Sayyid R. Toha Azhad Merauke Irian Jaya

3. Kyai Sayyid R. Musta'in Azhad alm.

4. Kyai Sayyid R. M. Yasin Azhad Perangan

5. Sayyidah RA. Siti Aminah Azhad Ngadirejo Purwoharjo

6. Sayyidah RA. Siti Hanifah Azhad Perangan

7. Kyai Sayyid R. Halimu Shodiq Azhad Perangan

8. Kyai Sayyid R. Nur Hamid azhad Perangan

Kyai Sayyid R. Mustofa Azhad Perangan peputra :
1. Sayyid R. Ahmad Nasihudin Al Bahiri
2. Sayyidah RA. Latifah

Kyai Sayyid R. Thoha Azhad Merauke Irian Jaya peputra :
1. Sayyid R. Habiburrohim
2. Sayyidah RA. Nihayatus Zuhriya

Kyai Sayyid R. Yasin Azhad Perangan peputra :
1. Sayyid R. Wafi
2. Sayyidah RA. A' lin Bil Hija

Sayyidah RA. Siti Aminah Azhad Perangan peputra :
1. Sayyid R. Ahmad Luqman Hakim
2. Sayyid R. Burhanudin Al Maki
3. Sayyid R. Abdurrahman
4. Sayyid R. Abdurrahim
Sayyidah RA. Siti Hanifah Azhad Perangan peputra :
1. Sayyid R. Utsman

Kyai Sayyid R. Halimu Shodiq Azhad Perangan peputra :
1. Sayyid R. Wildan Hadziqi

Kyai Nur Hamid Azhad Perangan peputra :
1. Sayyid R. Alan ' Adzim Al Aufa

Kyai Sayyid R. Hamdullah peputra :
1. Kyai Sayyid R. Ali Masngud Buluagung
2. Sayyidah RA. Sa'adah
3. Sayyid R. Zuhri
4. Sayyid R. Tasip

Mbah Sayyid R. Dulkohir bin Kyai Sayyid Taslim Tirip peputra :

1. Sayyidah RA. Nyai Bandiyah
2. Sayyidah RA. Nur Rohmah
3. Sayyidah RA. Murlingah
4. Sayyid R. Khoidar

kaliyan garwa Nyai Muntofingah binti Kyai Abdul Mungid Pacalan mboten peputra

Kaliyan Garwa Nyai Sultoniyah binti Kyai Abdul Mungid Pacalan peputra ;
5. Sayyidah RA. Umi Salamah
6. Sayyid R. Bun Yamin

Sayyidah RA. Bandiyah peputra :
1. KH. Sayyid R. Hasyim
2.
KH. Sayyid R. Nawawi Bantul ( menantu Kyai Munawir Krapyak Yogyakarta )
3. Sayyidah RA. Musfiroh

Sayyidah RA. Murlingah peputra ;

1. Sayyidah RA. Ambariyah

2. Sayyid R. Slamet Bahrudin

3. Sayyidah RA. Wiwik Atun Hasanah

Sayyidah RA. Umi Salamah peputra;

1. Sayyidah RA. Taslimah

2. Sayyidah RA. Robingah

3. Kyai Sayyid R. Muhammad Taslim Tirip

4. Sayyid R. Ahmadi

5. Sayyid R. Sangid

Sayyid R. Bun Yamin peputra ;

1. Sayyid R. Subro Malisi

2. Sayyidah RA. Siti Fatimah

3. Sayyid R. Gufron

KH. Sayyid Hasyim peputra :
1. Sayyidah RA. Nurhalimah Sukorejo
2. Sayyidah RA. Bastiyah
3. Kyai Sayyid R. Ahmad Saifudin Pekalongan
4. Sayyidah Siti Romlah Sulawesi
5. Kyai Sayyid R. Mubarok Sukorejo ( ponpes Roudlotul Hufadzil Quran )
6. Sayyid R. Imam Ghozali ( badal Kyai Sayyid R. Mubarok )
KH. Sayyid R. Nawawi Bantul peputra :
1. Kyai Sayyid R. Ngasim
2. Sayyid R. Yasin
3. Sayyidah RA. Istiqomah
4. Sayyid R. Abdul Muqti
5. Sayyidah RA. Barokah
6. Sayyidah RA. Binti Nafiyah
7. Sayyidah RA. Umi Azizah
8. Sayyid R. Agus Salim
9. Sayyidah RA. Wardah
10. Sayyidah RA. Ulfah
11. Sayyidah RA. Zahiyah

Sayyidah RA. Musfiroh peputra :
1. Kyai Sayyid R. Husnin
2. Sayyidah RA. Masyitoh
3. Kyai Sayyid R. Muhsin


Sayyidah Nyai Murtaman binti Kyai Sayyid Taslim berputra ;

Kyai Sayyid Habib ( Butuh lubang lor ) berputra ;

Kyai Sayyid Ahmad Hisyam ( Kepil ) berputra ;

Sayyidah Nyai Siti Hafsoh berputra ;

  1. Kyai Sayyid R. Habibullah

  2. Kyai Sayyid R. Muh. Nawawi Hisyam ( Gus Wawi Adikarso Kebumen )

  3. Kyai Sayyid R. Mahrus Muqorrobin

  4. Sayyidah RA. Siti Halimah

  5. Kyai Sayyid R. Muh Ali Dimyati

  6. Kyai Sayyid R. Zainul Arifin

  7. Sayyidah RA. Fatimah

  8. Sayyidah RA. Siti Halimah

  9. Sayyidah RA. Nafisah


Sayyidah Nyai Suchemi Pangenjurutengah binti Kyai Sayyid Zein Solotiyang berputra;

  1. Sayyidah Nyai Abdullah Faqih Jatiwangsan Kemiri Purworejo

  2. Kyai Sayyid R. Damanhuri Pangenjurutengah peputra ;

  1. Sayyidah RA. Nyai Badarudin Guron Sindurejan peputra ;

  1. Sayyidah RA. Ummulchasanah Mucharom Buluselatan 14 Semarang peputra ;

1. Sayyid R. Heru Bulu Selatan Jl. Suyudana Semarang

2. Sayyid R. Farchan Bulu Selatan Jl. Suyudana Semarang

  1. Sayyid R. Sulachudin Pangenjurutengah

  2. Sayyid R. Sakir Guron Purworejo

  3. Sayyid R. Ashal 15 th seda

  4. Sayyidah RA. Mustanganah 11 th seda

  5. Sayyidah RA. Nurul Chasanah 9 th seda

  6. Sayyid R. Harim 5 th seda

  7. Sayyidah RA. Mustawidah Guron Purworejo

  8. Sayyidah RA. Nurul Aini Guron Purworejo

  9. Sayyid R. Harun Al Rasyid Guron Purworejo

2. Sayyidah RA. Nyai Fatimah / Muh. Masyhuri Krobokan Semarang Barat peputra ;

  1. Sayyid R. Wahid Ngusman Pangenjurutengah

  2. Sayyidah RA. Isnaini Nurjanah Krobokan Semarang Barat

  3. Sayyidah RA. Idah Choiriyah Krobokan Semarang Barat

  4. Sayyid R. Sarofin Arbaah Krobokan Semarang Barat

  5. Sayyidah RA. Chomsatun Krobokan Semarang Barat


Kyai Sayyid Faqih bin Kyai Sayyid Taslim Tirip peputra :
Kyai Sayyid Malkan peputra :
Kyai Sayyid mustofa Gintungan peputra ;



Sayyid Muhammad Zein Solotiyang bin Sayyid Muhammad Alim Bulus peputra ;

Sayyid Muhammad Fadil Solotiyang peputra ;

Sayyidah Isti Sangadah peputra :

  1. Sayyid Mahmud Ali Kauman Kebumen peputra ;

1. Sayyid Arif Mustofa

  1. Sayyidah Isti Chamidah / Syamsi Kauman Kebumen peputra ;

1. Sayyid R. Muh. Sudjangi

2. Sayyid R. Sugeng Assyamsi

3. Sayyid R. Abdul Rozak

4. Sayyid R. Lukman Hakim

5. Sayyid R. Abdus Somad

6. Sayyid R. Muh. Mahfud

7. Sayyid R. Muh. Murtadlo



Kyai Sayyid Rofingi Sorogenen bin Sayyid Muhammad Alim Bulus peputra :

1. Kyai Sayyid Ahmad Junus Bulus peputra :

Demikian riwayat serta silsilah Sayyid Ahmad Muhammad Alim Basaiban Bulus. Harapan penulis, riwayat ini bisa berguna bagi keturunan Sayyid Ahmad Muhammad Alim Bulus agar bisa mempererat tali persaudaraan kembali, ngumpulake balung pisah....dan juga bagi pembaca sekalian. Tentunya meski telah sangat berhati – hati dalam penulisannya, banyak sekali terdapat kekurangan – kekurangannya. Atas hal ini penulis memohon maaf sedalam – dalamnya.

Penulis sangat mengharap sumbangan riwayat dari keturunan Sayyid Ahmad Muhammad Alim yang lain demi terciptanya riwayat yang baik.

sumber : Pustaka Bangun

Terimakasih kepada :

1. Sayyid Dahlan alm.

2. Sayyid Agil Ba'bud alm.

3. Sayyid K. Damanhuri alm.

4. R. Darmowarsito alm.

5. Haji Syamhudi alm.

6. R. Muh. Siroj

7.Panitia khoul Sayyid Ahmad Muhammad Alim yang lain

Rahmat dan kuasa Allah Swt melalui Beliau semua lah Kitab Pustaka Bangun yang berisi Manaqib Sayyid Ahmad Muhammad Alim hingga saat ini masih lestari.

Pada peringatan 125 tahun wafatnya Kyai sayyid Ahmad Muhammad Alim yang bertempat di serambi masjid Bulus pada hari Kamis Paing, 2 Jumadilakhir 1387 H atau 7 September 1967, dihadapan kurang lebih 300 orang nasab Kyai Sayyid Ahmad Muhammad Alim, Kyai Sayyid R. Damanhuri, alm pada saat itu ditunjuk untuk membacakan Kitab Manakib tersebut.

Apabila ada sumbangan riwayat atau para keturunan Sayyid Ahmad Muhammad Alim Basaiban yang belum tercantum di sini, dapat menghubungi penulis di

ravieananda@yahoo.com atau datang langsung di kediaman penulis

dengan alamat

Ravie Ananda

Jl. Garuda 13 Kebumen 54311 Jateng


Subhanalloh,,,

Rohmatulloh, Wassalamah ... warahmah...wabarokah...wangilman..warizqon.. .. ngalaik

Riwayat singkat Kyai Imanadi Kauman Kebumen

Jumat, 2008 Maret 28

Riwayat Singkat Syekh Kyai Haji Imanadi Kauman Kebumen


K.H Imanadi adalah putra dari Kyai Nurmadin bin Syekh Kyai Marbut Roworejo Kebumen. Menurut riwayat, Kyai Marbut adalah salah seorang putra dari Patih Dipotirto Solotiyang pada masa kerajaan Mataram yang memberontak kepada Belanda. Kyai Marbut adalah adik dari Syekh Pangeran Mursyid / Said Legok Pejagoan Kebumen. Kyai Marbut melarikan diri dari Mataram dan mengungsi ke arah barat hingga akhirnya sampai di desa Roworejo Kebumen.

Salah satu putra dari Syekh Kyai Marbut adalah Kyai Nurmadin yang kemudian mempunyai putra Syekh Kyai Haji Imanadi. Beliau menetap di tanah keputihan ( bebas pajak ) yang kemudian dinamakan desa Pesucen Wonosari. Di daerah tersebut beliau menjadi kyai dan ditunjuk oleh Pangeran Diponegoro untuk menjadi panglima perang wilayah Kebumen dan sekitarnya. Adapun yang menjadi panglima pusat adalah putra Kyai Nur Iman ( KGP Hangabehi Kartosuro Sandeyo / Kyai Ageng Mlangi ).

Kyai Imanadi sangat dikenal oleh Belanda sebagai sosok yang pandai dan tangguh. Strateginya sangat bagus hingga beliau sangat sulit ditemukan. Pada suatu ketika Kyai Imanadi terpojok dalam pertempuran dengan Belanda. Pertempuran tersebut berada di tepi sungai. Akhirnya beliau melompat masuk kedalam sungai dan lama tidak muncul dipermukaan. Belanda yang mengetahui kehebatan Kyai Imanadi tersebut akhirnya dengan sabar menyusuri sungai tersebut sampai ke muara sungai Lukulo. Kyai Imanadi pun akhirnya tertangkap. Kecerdasan beliau dalam menyelesaikan berbagai masalah pemerintahan, sosial, hukum dan lain – lainnya membuat Belanda memperlakukannya dengan baik. Beliau kemudian sering dimintai bantuan Belanda dalam meyelesaikan masalah – masalah yang ada. Akhirnya karena keterbatasan SDM saat itu dan orang yang seperti Kyai Imanadi sangat langka, maka Belanda kemudian menjadikan beliau sebagai Pengulu Landrat I ( Kepala Pengadilan Negeri ) di Kebumen. Beliau menerima tawaran tersebut dengan syarat ; Belanda mengangkat Kyai Zaenal Abidin dari Banjursari Buluspesantren sebagai wakil beliau. Hal itu dikarenakan mereka adalah sahabat dekat dan Kyai Imanadi sangat percaya dengan Kyai Zaenal Abidin, dimana sebelumnya Kyai Zaenal Abidin juga menjadi asisten Kyai Imanadi saat bertempur dengan Belanda. Akhirnya karena tugas yang diembannya tersebut, Kyai Imanadi pindah ke daerah Kebumen. Beliau membeli tanah di sebelah barat alun – alun Kebumen. Tepatnya di daerah Kauman. Dari keseluruhan tanah miliknya, beliau kemudian mengambil bagian yang tengah dan menjadikannya sebuah masjid yang kini menjadi masjid Agung Kebumen. Angka Tahun Pendirian Masjid tersebut tertera dalam prasasti yang kini ada di dalam masjid tersebut.

Beliau sekaligus menjadi imam pertama masjid Agung Kebumen. Setelah beliau wafat maka imam dan pengganti beliau dalam jabatan Pengulu Landrat adalah:

Pengulu Landrat II dijabat oleh KH. Moh. Alwi ( salah satu purta KH. Imanadi )

Pengulu Landrat III dijabat oleh KH. Ali Kusen ( mertua dari KH. Ali Awal , dikarenakan pada saat itu anak - anak KH. Moh. Alwi masih muda.

Pengulu Landrat IV dijabat oleh KH. Ali Awal (salah satu putra KH. Moh. Alwi ).

Pengulu Landrat V dijabat oleh KH. Abdul Fatah ( dikarenakan purta - putra KH. Ali Awal saat itu masih sangat muda )

Pengulu Landrat VI ( pengulu Landrat terakhir ) dijabat oleh KH. Abdullah Ibrahim ( Putra pertama KH. Ali Awal dari isteri kedua ). Masjid yang tadinya masih milik keluarga pun kini telah diwakafkan, sedang Imam Masjid sampai sekarang tetap dari keturunan Beliau.

Kyai Imanadi wafat di Kauman Kebumen akan tetapi jenazahnya dimakamkan di desa Pesucen Wonosari, tempat beliau bermukim dahulu, sedangkan Kyai Nurmadin ( ayahnya ) dan Kyai Marbut ( kakeknya ) dimakamkan di desa Roworejo.


Silsilah Keluarga Besar Kyai Haji Imanadi

Pangeran Marbut, berputra :

  1. Pangeran Nurmadin, berputra :

  2. Kyai Haji Imanadi, berputra : 1. Nyai Warna; 2. Kyai Bashar Kahfi; 3. KH. Moh. Alwi; 4. Nyai Warna; 5. Nyai Djawahir ( menantu kyai Zaenal Abidin Banjursari Buluspesantren ); 6. H. Ahmad

  3. Kyai Haji Moh. Alwi, berputra( salah satunya ) :

  4. Kyai Haji Ali Awal, berputra :

    dari isteri pertama

      1. Nyai Abdul Manan I ( Kemangguan Alian )

      2. Nyai Abdul Manan II ( Kemangguan Alian )

      3. Nyai Zaenudin ( Pekeyongan, nenek Kyai Darobi dan Kyai Baehaqi Pekeyongan )

      4. Nyai Haji Hanan ( Plumbon )

      5. Kyai Ismail ( Karanganyar Kebumen )

      6. Kyai Kosim ( Kedung Tawon Kutowinangun Kebumen )

      7. Kyai Haji Tohir ( Kedung Tawon Kutowinangun Kebumen )

dari isteri kedua

    1. Kyai Haji Abdullah Ibrahim ( Kauman )

      2. Kyai Haji Soleh ( Kauman )

      3. Kyai Haji Ali II ( Kauman )

      4. Kyai Abdul Wahab ( Kauman )


Nyai Haji Hanan Plumbon berputra :

Kyai Pengulu Rilwan / Rokhanah ( Plumbon ), berputra :

  1. Roghoyah / Makmun ( Plumbon / Kauman Kebumen )

  2. Rofqoniah / Kyai Matori ( Jatisari Kebumen )

  3. Sanusi ( Prembun )

  4. Sugeng

  5. Dulkodir

Rughoyah / Makmun berputra :

  1. Rokhimah ( Tasikmalaya )

  2. Kharisoh ( Rantewringin Kebumen )

  3. Khotmah ( Tasikmalaya )

  4. Halimah ( Tasik Pamijahan )

  5. Honimah ( Kebumen )

  6. Soimah ( Kebumen ).

Honimah berputra :

  1. Sayyid R. Muh. Raffie Ananda / Tuti Khusniati Al Maki

  2. RA. Aila Rezannia


Haul Kyai Imanadi diadakan setiap tanggal 14 bulan Ruwah di pesarean Pesucen


Demikin riwayat singkat Kyai Imanadi. Tentunya masih sangat banyak kekurangan dari penulis. Atas semua kekurangannya penulis ucapkan maaf yang sedalam – dalamnya. Penulis sangat mengharapkan masukan dan sumbangan riwayat dari semua keturunan Kyai Imanadi guna terciptanya riwayat yang baik. Harapan penulis, riwayat ini dapat bermanfaat bagi kita anak turun Kyai Imanadi dan juga bagi masyarakat Kebumen. Akhirnya semoga silaturahmi akan terus terbina.......ngumpulake balung pisah agar tidak kepaten obor...

Bagi para anggota keluarga besar Kyai Imanadi yang belum tercantum di sini bisa menghubungi penulis di


ravieananda@yahoo.com

Atau datang ke kediaman penulis di

Jl. Garuda 13 Kebumen 54311 Jateng