Senin, 15 Februari 2010

setapak menuju sufi ontologi puisi timur

ONTOLOGI PUISI TIMUR “JEJAK SETAPAK SANG SUFI”

KARYA RAVIE ANANDA

Kumpulan puisi ini saya beri judul ONTOLOGI PUISI TIMURJEJAK SETAPAK SANG SUFI “. Sengaja tercipta dalam sebuah perenungan akan hakikat hidup yang telah dapat terasa dalam keseharian raga, batin, dan ruh saya sebagai manusia yang dilekati daya cipta, rasa, dan karsa oleh sang Pencipta. Semua itu saya tuangkan dalam rangkaian huruf yang mewakili rasa, pemikiran dan keyakinan pribadi yang tersimpan rapi dalam diksi dan tipografi sederhana yang mungkin malu menampakkan jatidirinya dihadapan mata- mata pembaca dan pemerhati puisi ini. Ini adalah karya saya yang juga lahir oleh dorongan formalitas sebagai seorang mahasiswa Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah ( FKIP PBSID ) yang harus menyelesaikan tugas membuat kumpulan puisi ketika menempuh mata kuliah Puisi 3 di Universitas Muhammadiyah Purworejo pada tahun 2001/2002 silam. Terimakasih kepada dosen Puisi 3 saya , Drs. Wijaya Heru Santosa M.Hum yang telah membantu membidani kelahiran ontologi ini. Akhirnya semua ini bukanlah untuk sebuah nilai yang harus dicerca, tersalah , ataupun terlebihkan, melainkan sebagai suatu bukti nyata keberadaan seorang manusia yang membawa kekuatan dari Sang Pencipta yang dengan kehendakNya lah semua bisa terjadi.

Untuk semua Ruh yang berjiwa dalam raga, puisi ini tertuju.

1.

TUHAN YANG TAK PERNAH TERLAHIR

Karya Ravie Ananda

tuhaN yang tak pernah terlahir

terlahir dari rahim kebodohan

tuhaN yang tak pernah terlahir

terlahir dari seonggok berhala

tuhaN yang tak pernah terlahir

terlahir dari sepasang iblis

tuhaN yang tak pernah terlahir

terlahir dari beberapa manusia

tuhaN yang tak pernah terlahir

telah melahirkan dirinyA sendiri

2.

O

TRAH

Karya Ravie Ananda

Dari sehelai batik yang melukiskan kejayaan masa lalu

Dan kenakan ia dengan lebih lekat

mengangkat tentang kehalusan budi

Budi dalam bendera warna

Dari sebilah keris yang melukiskan kejayaan masa lalu

Dan gengamlah ia dengan lebih erat

rasakan sebuah pemujaan agung

pemujaan bergaya klasik

pengakuan terdalam

dari para sukma dan roh suci

kepada tuhaN sejatI

tuhaN tanpa nama

Dari sekulit wayang yang melukiskan kejayaan masa lalu

dan tontonlah ia dengan lebih dekat

nikmati epos kolosal

kebanggan para leluhur tentang kehidupan

ketika tuhaN masih menjadi tuhaN

saat ia bersifat

dan ketika debu kembali

tak berdebu

Dan...

Dari semua yang tak nampak

rasakan ia dengan lebih halus

maka temui ruang tak beruang

Ujud yang selalu abadi

Tanpa suara,tanpa warna sebagai suci

terjamahlah cipta

Puji

O

3.

NING RAT

Karya Ravie Ananda

Hingga jaman telah renta

masih saja ningrat tertinggal

Apa memang dia gagah?

Aku rasa sedarah merah, serambut hitam

Atau membeda?

setuhan sanG

Ningratkah nyawa?

Yang pasti kain itu tersimpan dalam

almari waktu

ketika .....

semua berubah

4.

PENA

Karya Ravie ananda

Sesekali jangan,berguru pada guru

gurulah sekedar guru

sesekali jangan, membhiksu pada bhiksu

bhiksulah sekedar bhiksu

sesekali jangan, memendeta pada pendeta

pendetalah sekedar pendeta

sesekali jangan menabi-nabi, mewali-wali

nabilah sekedar nabi

walilah sekedar wali

sesekali jangan memanusia

manusiawilah manusia

Temui sanG

Bila ia...jelmakan gurU

Saat ia jubahkan bhiksU

Saat ia perankan pendetA

Ketika ia berpakaian nabI

Ketika ia bersenyum walI

Temu guru jadi guru

Temu Bhiksu jadi bhiksu

Dekat pendeta jadi pendeta

Dekat nabi jadi nabi

Kawan wali jadi wali

5.

NAFAS

Karya Ravie Ananda

Nafas timurku segan kepadamu

tapi jangan jajah saudaraku

Nafas Baratmu datang dari jauh

melintas laut

menyinggah pulau berpuluh darat

tapi jangan injak jantung pribumi

Biarkan nafasku dengan aroma timur

setelah hampir semua pribumi mati

6.

ISME ( Kun fa Ya Kun )

Karya Ravie Ananda

Masa lalu

ketika jiwaku sekarat

ada wajah yang sesekali tersenyum

Saat ini

ketika jiwaku sekarat

ada wajah yang sesekali menangis

Lusa

ketika aku mati

ada wajah yang sesekali tersenyum

ada wajah yang sesekali menangis

Esok

ketika detak menghenti

aku dan semua telah ber Tuhan

7.

PARA PEMIKIR

Karya Ravie Ananda

Kebaikanmu membangun dunia dengan penemuan kata - kata

kejelekanmu bersekongkol mengikat bumi

Kemunafikanku membencimu

karna kebebasan

Aku bukan budak teori

walau makan teori

Dan

kalian bukanlah tuhaN

meski pencipta

Biar aku bebas

terbang hinggap sesuka hati

melirik nyanyian puisi

tanpa jaring

Tangkap bayangku dengan jaringmu

aku tetap terbang bebas

meski bumi terikat

penuh

8.

CARILAH LILINKU

Karya Ravie Ananda

Lilinku yang tinggal sepenggal

lilinku setetes dari lilin – lilin pemuja

Lilinku yang bisa menerangi

bila sebuah jiwa

mencari kebenaran bukan fatamorgana

ketulusan bukan nafsu

Maka

carilah lilinku

dengan mata batin

dalam tumpukan daun layu

Sayang

dalam tumpukan ranting kering

Cinta

Carilah lilinku

seperti ketika kucari lentera

Dalam kerajaan Sang dewi

Carilah lilinku

9.

HEY CINTA

Karya Ravie Ananda

Selami lautmu

dan kau temukan pelangi

Singgahi langitmu

dan kau temui aku

Lepaskan jubahmu

dan kau sepertiku

Pejamkan matamu

dan kita telanjang rasa

10.

KABUNG

Karya Ravie Ananda

Dalam sebuah penghormatan terakhir

pada pemakaman kasih sayang

Kali ini

yang kutabur bukanlah mawar

yang kusiram bukan air mata

yang kurasa bukanlah duka

bahkan dendam

Adapun hanya nafas

Yang lain telah terkubur

bersama bangkai – bangkai hati

pada pemakaman kasih sayang

terdahulu

11.

CINDERELA - CINDERELA

Karya Ravie Ananda

Cinderelamu terlanjur tidur

seperti bawang putihku yang masih koma

juga sampek intai yang terlanjur mati

atau Juliet yang terlanjur bunuh diri

Mereka tak akan terlahir

juga yang lain dari seluruh penjuru bumi

Cinderela tak lagi bersepatu kaca

Tak lagi polos

Cinderela dan yang lain telah mati

terkubur dalam reruntuhan istana centris

Cinderela palsu dan yang lain

terlahir dalam kekokohan materialis

Seorang pangeran yang masih selamat

masih mencari cinderela atau lainnya

dari kulit abad yang sejenis

Cinderela akan tetap lahir dari ketulusan

12.

ravie

Karya Ravie Ananda

Lemahku bukan siput

Raksasaku bukan maut

Tulusku menghancur Tembok cina dihatimu

Merata tebing - tebing afrika

Memancar mata air tak henti

Melautmerah gurun - gurun

Menghijau gelisahmu

Akuilah aku

Cintailah aku

Dustalah cinta

13.

SEKEPING HATI

Karya Ravie Ananda

Sekeping hati lebih dekat jarak planet

ketika aku singgah

Sekeping hati lebih dekat

jarakmu berlari

jauhmu sembunyi

Sampai ujung bumi pun

sekeping hati lebih dekat jarak planet

Sekeping hati tak berjarak

tanpa dekat

Ketika jalanku berterali

14.

NOVEMBER

Karya Ravie Ananda

Kemarau tengah November ketika hujan baru saja tiba

mengering daun – daun muda

yang mungkin belum sempat melihat

indahnya Matahari terbit

Kemarau tengah November saat jalanku baru saja basah

menyapu debu – debu kecemasan

membusukkan hampir seluruh akar hari

Titik hujan

menunggu sinar mentari pagi

dan hujan akhir tahun menghidupku

15.

LANGIT

Karya Ravie Ananda

Dari seorang sahabatku yang selalu berpesan

agar aku terus berjuang

agar aku terus bertahan

agar aku terus mencinta

Sampai tak seorangpun melari

Hingga tak seorangpun memergi

menyisa sesal, memercik tangis

Seperti sahabatku yang masih menyesali

karna bintangnya meredup

Saat ia terlelap

Karna bintangnya masih tampak

membentang diatas langit malam

Untuk sahabatku yang selalu berkata

“ Tak ada lagi bintang setelah ini “

Mintalah bintang pada langit

16.

25 Juli

Karya Ravie Ananda

25 Juli,

Ternyata kita tidak siap menjadi TuhaN

Seperti kau yang akhirnya terlahir

Sebelumnya

Mereka yang menangis

pada pemakamanmu terdahulu

Selanjutnya

mereka yang tersenyum

pada keberadaanmu saat ini

Nadiku bercerita

bahwa sempat bertemu kamu

sebagai seorang putri yang bijak

masa silam

Saat itu aku menjadi katak

pengagum putri

aku bersedih ketika kau mati

pada pencarian cinta

Tuhan terlau bijak

merubahku jadi manusia

Kali ini

aku bertemu kembali denganmu

membawa sesuatu yang kau cari

silam

Pencarianmu mungkin berakhir

dan aku tetap pengagummu

Meski esok aku seekor katak

Nyamuk

Burung

Meski esok aku seorang pangeran

Dan ketika esok kudapati langit berpuisi

“ berlabuh kudapati

Seonggok tanah tak bertumbuh

Tuankanku dan akan berbunga

Merangkai kepingan keliaran

untuk bersama merasakan

kebebasan diatas norma

manusia “

1 Komentar:

Pada 17 Juli 2016 19.48 , Blogger pak.solihin mengatakan...

Terima kasih yang amat dalam kami ucapkan kepada MBAH SELONG yang
telah memberikan kebahagian bagi keluarga kami…berkat Beliau saya
sekarang udah hidup tenang karena orang tuaku udah buka usaha dan
punya modal untuk buka bengkel skrang pun orang tuaku tidak di
kejar-kejar hutang lagi…dan keluarga Kami di berikan Angka
Ritual/Goib Dari mbah yg sangat Jitu 100%dijamin
tembus…hingga keluarga kami sekarang merasa tenang
lagi…terima kasih mbah…Jika Anda ada yg merasa kesulitan
masalah Nomer ToGEL silahkan hbg Aja MBAH SELONG
dinmr hp beliau (081-322-565-355) atau http://prediksiangkahoki88.blogspot.com/
dan saya sudah membuktikan 3kali berturut2 tembus terimah kasih

 

Poskan Komentar

Berlangganan Poskan Komentar [Atom]

<< Beranda