Rabu, 17 Februari 2010

Madinah dari Masa ke Masa

SEJARAH SINGKAT MADINAH DARI MASA KE MASA

Oleh Ravie Ananda

Madinah sebagai kota penting umat Islam sebenarnya telah lama sekali berkembang jauh sebelum Masehi. Tarikh Madinah dimulai dari Generasi ke 4 keturunan nabi Nuh As. Sekelompok kabilah dari negeri Babil yang kemudian keluar dari negeri tersebut untuk mencari tempat baru yang akan mereka jadikan pemukiman, hingga akhirnya kabilah tersebut menemukan lahan yang subur yang terlindungi dan dikelilingi oleh deretan pegunungan dan batuan gunung api. Mereka kemudian menetap di sana dan membuat sebuah perkampungan kecil yang kemudian diberi nama sesuai dengan nama pemimpin kabilah tersebut yaitu YATSRIB.

Beberapa riwayat menyebutkan bahwa Kaum Amalik keturunan nabi Nuh telah bertempat tinggal disana sejak Abad 23 sebelum Hijrah ( 2300 tahun sebelum Hijrah / 1721 tahun sebelum Masehi ). Pada abad 12 Sebelum Hijrah ( 1200 tahun sebelum Hijrah / 621 tahun sebelum Masehi ) Yatsrib telah terikat hubungan dengan kerajaan Mainiah. Dari beberapa penemuan purbakala, diketahui bahwa pada abad 11 Sebelum Hijrah ( 1100 tahun sebelum Hijrah / 521 tahun sebelum Masehi ) Yatsrib selama 10 tahun berada dibawah kekuasaan kerajaan Babilion dengan rajanya yang bernama Namunit yang tinggal di Taima.

Pada abad 5 Sebelum Hijrah ( 500 tahun sebelum Hijrah / 79 tahun Sebelum Masehi ), kaum Yahudi yang ketika itu telah diporakporandakan oleh Romawi berdatangan ke Yatsrib dan menetap di sana. Pada abad 3 Sebelum Hijrah ( 300 tahun sebelum Hijrah / tahun 279 Masehi ) suku Aus dan Khosroj berdatangan dari Yaman dan kemudian menetap di Yastrib. Disusul kemudian oleh suku – suku yang lain. Sejak saat itulah Yatsrib menjadi sebuah daerah yang mempunyai keanekaragaman masyarakat, petani yang ulet dan daerah yang terkenal dengan pertaniannya yang maju, kebun – kebun kurma, ladang – ladang sayuran dan buah – buahan yang tersebar diseluruh penjuru Yatsrib.

Kafilah dagang yang berpindah – pindah antara Syam dan Yaman singgah di Yatsrib untuk membekali diri mereka dengan air yang jernih dan Kurma yang istimewa sebagai bekal perjalanan mereka. Tukar – menukar barang ( barter ) pun kemudian terjadi antara penduduk Yatsrib dengan para kafilah tersebut.

Pada tahun 120 sebelum Hijrah ( 459 Masehi ) terjadilah perang suku antara suku Aus melawan suku Khosroj yang sebenarnya disebabkan oleh tipu daya / adu domba kaum Yahudi. Keadaan Yatsrib yang tadinya damai aman dan makmur tersebut kemudian berubah menjadi daerah yang penuh kekacauan berkepanjangan.

Perubahan Ystrib mulai nampak kembali pada tahun ke 3 Sebelum Hijrah ( 576Masehi ) pada saat musim haji, dimana beberapa orang dari suku Khosroj menemui Rosululloh SAW dan kemudian Nabi mendakwahi mereka untuk memeluk agama Islam dan membacakan beberapa ayat al Quran. Pada bulan Haji di tahun berikutnya 10 orang dari suku Khosroj dan 2 orang dari suku Aus menemui Rosululloh Saw dan menyatakan keislaman mereka dan membaiat Rosululloh BAIAT AQOBAH pertama. Rosululloh kemudian mengutus Musa ibnu Umair untuk berdakwah di Yatsrib. Pada musim Haji berikutnya, 70 orang dari Yatsrib menemui Rosululloh dan membaiat Beliau BAIAT AQOBAH kedua. Mereka juga mengajak Rosululloh dan pengikutnya di Mekah untuk Hijrah ke Yatsrib dan membentuk masyarakat Islam Pertama. Akhirnya Rosululloh san Abubakar hijrah ke Yastrib setelah sebelumnya didahului oleh para pengikut Rosululloh. Hijrahnya Rosululloh tersebut menjadi tonggak perubahan di Yatsrib. Sejak saat itulah Yatsrib berganti nama menjadi Madinah, yang juga memiliki julukan lain yakni Toyyibah, Tobah, Addab dan lain – lain yang menunjukkan keagungan. Berubahlah keyakinan masyarakat Madinah dari penyembahan berhala menjadi penyembahan ala Islam. Masjid Nabawi pun menjadi pusat pendidikan Islam.

Pada tahun 2 Hijriyah, terjadilah perang Badar yang kemudian disusul dengan perang UHUD ( perang di bawah gunung Uhud ) pada bulan Syawal tahun ke 3 Hijriyah ( 582 Masehi ). Pada tahun ke 5 Hijriyah ( 584 Masehi ), suku Qurais bersekutu dengan kaum kafir lainnya menyerang Madinah. Rosululloh bersama masyarakat muslimin Madinah membuat parit – parit untuk menangkal serangan Qurais tersebut, sehingga perang tersebut kemudian terkenal dengan nama perang Khandak atau Parit yang terjadi bersamaan dengan adanya badai gurun. Suku Qurais yang membokong dari belakang pun mengalami kekalahan.

Pada masa Rosululloh dan Khulafaurrosyidin itulah Madinah menjadi Ibukota Negara Islam. Rosululloh kemudian mengadakan perluasan Masjid Nabawi pada tahun ke 7 hijriyah ( 586 Masehi ). Pada tahun ke 17 Hijriyah ( 596 Masehi ), khalifah Umar bin Khatab melakukan perluasan kembali dengan mempertahankan bentuk aslinya. Pada tahun ke 30 Hijriyah ( 609 Masehi ), khalifah Utsman Bin Afan merenovasi masjid Nabawi dengan batu Berukir. Ustman juga membuat pasukan – pasukan yang ditugaskan untuk dakwah dan membuka wilayah, sehingga Islam kemudian berkembang pesat di luar jazirah Arab.

Pada masa Romawi, pusat pemerintahan Islam dialihkan dari Madinah ke Damaskus hingga pertengahan dinasti Abassiyah.

Perluasan Masjid Nabawi kembali dilakukan pada masa Khalifah Al Mahdi dengan mempertahankan bentuk lama.

Mulai abad ke 3 Hijriyah ( tahun ke 300 Hijriyah / 879 Masehi ) terjadilah kemerosotan di berbagai bidang di Madinah. Banyak terjadi perampasan dan perampokan kafilah dagang sehingga lambat laun kota Madinah menyusut luasnya dan kembali seperti ketika tahun pertama berdiri ( awal Hijriyah ). Hal ini disebabkan karena banyak masyarakat yang meninggalkan kota akibat keadaan yang tidak baik tersebut.

Pada tahun 578 hijriyah ( 1157 ) ketika terjadi perang Salib, seorang pemimpin tentara salib yang bernama Arnold mendaratkan pasukannya melewati jalur laut Merah kemudian menuju Yambuk dan mengarah ke Madinah. Tujuannya tidak lain untuk menyerang Madinah. Aksi tersebut dapat dipatahkan secara telak oleh Salahuddin Al Ayubi bersama pasukannya yang menghadangnya di sebuah wilayah yang jauhnya satu malam perjalanan dari Madinah.

Pada Tanggal 5 Rajab 567 Hijriyah ( 1146 Masehi ) sebuah gunung berapi di sebelah timur kota Madinah meletus dan memuntahkan lahar panas ke arah Barat menuju kota Madinah, akan tetapi sebelum sampai kota Madinah, alur lahar tersebut berbelok kearah utara. Selama tiga bulan lamanya lahar panas mengalir dari gunung tersebut.

Pada tahun 866 Hijriyah ( 1445 Masehi ) Masjid Nabawi terbakar oleh sambaran petir. Hampir semua bagian dari Masjid Nabawi hangus. Salah satu bagian yang selamat adalah kamar Rosululloh. Atas bantuan dana dari Sultan Qotbai’ Bangunan Masjid Nabawi diperbaiki, serta dibangun pula tempat – tempat sekolah dan mengaji.

Mulai abad ke 10 H ( mulai tahun 1000 Masehi ) Madinah dikuasai oleh dinasti Utsmani selama 4 abad ( 400 tahun ). Selama periode tersebut terjadilah berbagai perubahan di segala bidang kehidupan di Madinah. Salah satunya adalah pembuatan pagar kota dan benteng yang kokoh, juga dibentuknya satuan – satuan pasukan keamanan.

Setelah masa tersebut, stabilitas kota Madinah kembali melemah yang disebabkan adanya perebutan kekuasaan antarpanglima pemerintahan. Perampokan – perampokan kafilah dagang terjadi kembali. Kekacauan pun kembali terjadi baik di dalam kota Madinah maupun di pelosok – pelosok Madinah.

Pada tahun 1220 Hijriyah ( 1799 Masehi ) penduduk Madinah memberikan baiat kepada para Dai pembawa perbaikan dan kemudian Madinah menggabungkan diri dengan kerajaan Saudi pertama. Selama 6 tahun rakyat Madinah merasakan perbaikan ketentraman dan keamanan.

Setelah 6 tahun berlangsung, Tulan Basya’ bin Muh. Ali Basya’ berhasil merebut madinah dan mengembalikannya kepada kekuasaan Utsmaniyah.

Pada tahun 1265 hijriyah ( 1844 Masehi ) dimulailah renovasi Masjid Nabawi. Proses renovasi tersebut berlangsung selama 12 tahun.

Pada tahun 1318 Hijriyah ( 1897 Masehi ) kota Madinah mulai terhubung dengan Istambul dan negara - negara lainnya melalui stasiun radio yang besar dan kuat dibangun di Madinah.

Pada tahun 1326 Hijriyah ( 1905 Masehi ) dibangunlah jalur Rel Kereta Api yang membentang dari Damaskus hingga Madinah. Dengan adanya perkembangan – perkembangan tersebut, Madinah berkembang pesat penduduknya, dari jumlah awal yang hanya sekitar 10000 jiwa hingga mencapai angka 80.000 Jiwa. Kehidupan sosial, perekonomian dan perdagangan kembali bangkit.

Tahun 1334 Hijriyah (1931 Masehi ) adalah tahun terberat bagi Madinah. Terjadinya perang Dunia I berefek juga terhadap stabilitas kota Madinah. Pemimpin pasukan Utsmaniah, Ali Basya membangun benteng – benteng pertahanan di Madinah untuk mempertahankan kota dari serangan Assyarif Husein dan pasukannya. Rakyat dipaksa meninggalkan / mengosongkan kota Madinah. Assyarif Husein dan pasukannya kemudian memblokade rakyat yang tetap tinggal di dalam Madinah hingga 3 tahun lamanya yang kemudian mengakibatkan terjadinya kelaparan dan kekurangan makanan di Madinah. Keadaan tersebut berhenti ketika runtuhnya kekuasaan Utsmani dan keluarnya pasukan dari Madinah pada tahun 1337 Hijriyah ( 1916 Masehi ). Selanjutnya tampuk kepemimpinan Madinah diserahkan kepada Bani Hasyim. Sejak itu Madinah kembali menjadi kota yang kecil yang berpenduduk sekitar 15000 jiwa saja.

Kekuasaan Madinah kembali melemah ketika terjadinya bentrok antara Bani Hasyim dengan kerajaan Saudi. Akhirnya diambillah penyelesaian dengan jalan Attauhid ( penyatuan ) dengan cara menyatukan Madinah dengan Saudi menjadi satu kerajaan yang besar dan kuat oleh Raja abdul Aziz bin Abdurrahman Ali Su’ud. Pada tanggal 19 Jumadil Ula 1344 Hijriyah ( 1923 Masehi ), utusan dari Madinah, berbaiat pada Raja Abdul Aziz.

Pada tanggal 23 Rabiul Awwal 1345 hijriyah ( 1924 Masehi ) Raja Abdul Aziz berkunjung ke Madinah dan bertatapmuka dengan pemuka – pemuka Madinah dalam rangka membahas pengembangan Saudi yang termasuk di dalamnya adalah wilayah Madinah.

Pada tahun 1370 Hijriyah ( 1949 Masehi ) dimulailah pembangunan saudi, dimana di dalamnya termasuk juga perluasan wilayah kota Madinah dan Masjid Nabawi. Pemerintah membebaskan tanah disekitar Masjid Nabawi. Termasuk juga wilayah serambi Utara Masjid Nabawi dihancurkan untuk kemudian dipugar menjadi bangunan yang luas dan megah.

Pada tahun 1381 Hijriyah ( 1960 Masehi ) berdirilah Universitas Madinah yang menerima para siswa dari berbagai penjuru dunia. Berkembang juga lembaga – lembaga pendidikan islam lainnya dibawah Universitas Muh. Ibnu Suud dan Universitas Raja Abdul Aziz. Terbit juga Majalah Islam al Manhal dan Madinah Al Munawwaroh.

Pengembangan besar – besaran kerajaan Saudi termasuk juga masjid Nabawi terus berlangsung. Pada tanggal 15 Safar 1405 Hijriyah ( 1984 Masehi ) dimulailah pengembangan Madinah dan Masjid Nabawi dengan peletakan batu pertama. Pengawasan dilakukan oleh Gubernur Madinah Pangeran Abdul Majid bin Abdul Aziz. Pembangunan selama 9 tahun berlangsung tanpa henti tanpa mengganggu aktifitas ibadah umat Islam di masjid Nabawi.

Pada tahun 1414 Hijriyah ( 1993 Masehi ) pembangunan dan perluasan Masjid Nabawi menjadi 73000 meter persegi pun selesai dan kemudian diresmikan oleh raja Fahat bin Abdul Aziz. 7 km dari masjid Nabawi pun dibangun mesin pendingin raksasa yang disalurkan melalui pipa – pipa raksasa menuju Masjid Nabawi untuk menciptakan kesejukan para peziarah. Sedangkan lantai dasar masjid digunakan untuk tempat parkir kendaraan.

Tidak hanya Masjid Nabawi, masjid Kuba pun dihancurkan dan direnovasi menjadi masjid yang megah seluas 13500 meter persegi. Begitu juga dengan masjid Miqot yang dibangun seluas 90000 meter persegi.

Dibidang elektronika, dibangun juga Industri rekaman dan percetakan al Quran yang mencetak kitab al Quran dengan terjemahan dalam berbagai bahasa, dan dalam bentuk kaset, video dan piringan hitam dalam jumlah yang sangat banyak hingga ratusan juta mushaf .

Demikian riwayat singkat sejarah Madinah dari Masa ke masa semoga bermanfaat bagi kita semua. Amin.

Semoga Allah Swt selalu melimpahkan Rahmat keselamatan dan hidayahNya kepada Rosululloh Saw, wa’ala alihi fil jasad wal batin ngindal Ruh.

6 Komentar:

Pada 18 Februari 2010 22.31 , Blogger Bayupiero mengatakan...

Assalamu'alaykum wr. wb

 
Pada 18 Februari 2010 22.34 , Blogger Bayupiero mengatakan...

Assalamu'alaykum wr. wb

Saya ingin mengerti Nasabnya KH. Muhdi Siraj.Beliau salah satu ulama Kharismatik kebumen. alamatnya di daerah pasar kebumen ke selatan dikit. syukron...

 
Pada 23 Februari 2010 00.32 , Blogger raffie ananda mengatakan...

waalaikum salam akhinafillah...mungkin jika anda punya data tentang beliau saya bisa membantu.nasab yang saya tulis selama ini berdasarkan catatan riwayat yang ada tinggalan dari para pendahulu.jika disitu belum ada..kita harus menelusurinya dahulu agar sohihunnasab tetapterjaga.anda mukim di mana? wassalam

 
Pada 19 Mei 2010 01.37 , Blogger raffie ananda mengatakan...

apakah pak muhdi yang dulu di panjer?
yang anggota DPR itu? yang sudah Almarhum?

 
Pada 19 Mei 2010 01.39 , Blogger raffie ananda mengatakan...

kalo anda tahu asal kyai muhdi paling tidak sampai buyutnya atau canggahnya..mungkin saya bisa bantu..apakah dari jogja atau purworejo..tapi kayaknya beliau ada turun purworejo..tipikal face nya hampir sama dengan duriyah purworejonan

 
Pada 17 Juli 2016 19.47 , Blogger pak.solihin mengatakan...

Terima kasih yang amat dalam kami ucapkan kepada MBAH SELONG yang
telah memberikan kebahagian bagi keluarga kami…berkat Beliau saya
sekarang udah hidup tenang karena orang tuaku udah buka usaha dan
punya modal untuk buka bengkel skrang pun orang tuaku tidak di
kejar-kejar hutang lagi…dan keluarga Kami di berikan Angka
Ritual/Goib Dari mbah yg sangat Jitu 100%dijamin
tembus…hingga keluarga kami sekarang merasa tenang
lagi…terima kasih mbah…Jika Anda ada yg merasa kesulitan
masalah Nomer ToGEL silahkan hbg Aja MBAH SELONG
dinmr hp beliau (081-322-565-355) atau http://prediksiangkahoki88.blogspot.com/
dan saya sudah membuktikan 3kali berturut2 tembus terimah kasih

 

Poskan Komentar

Berlangganan Poskan Komentar [Atom]

<< Beranda