Rabu, 04 Maret 2009

tradisi menyembelih binatang sebagai sarana penolak bala dan selamatan oleh sayyid Muh. Rafi Ananda

Tradisi Kurban dalam setiap selamatan dan sebagai sarana penolak bala dalam adat masyarakat
oleh Sayyid. Muh. Rafi Ananda
Masyarakat Jawa sangat kental dengan budaya kesakralannya. Salah – satunya ialah tradisi selamatan
dengan menyembelih / Mengorbankan kambing, atau kerbau. Selain dalam acara selamatan, terkadang
untuk sebuah hajat penolak bala, penyembelihan binatang tersebut masih sering juga kita jumpai dalam
keseharian hidup masyarakat jawa. Terlepas dari sebuah adat atau budaya nenek moyang,
bagaimanakah sebenarnya menurut Al Quran?
Al Kautsar
1. Sesungguhnya Kami telah memberi nikmat kepadamu ( Ya Muhammad ) kebaikan yang banyak
2. Sebab itu sembahyanglah engkau karena Tuhanmu dan sembelihlah ( kurbanmu )
3. Sesungguhnya orang yang membencimu akan musnah ( pula )
Berdasarkan ayat ini ternyata selain sembahyang kepada Allah Swt, menyembelih binatang juga
dianjurkan karena dengan perantara keikhlasan kita menyembelih semata – mata karena Allah, Dia
akan menyelamatkan kita dari kebencian dan kejahatan orang – orang yang membenci kita.
Subhanalloh.. semoga Allah selalu melindungi kita dari semua kejahatan makhlukNya, baik yang kasat
maupun yang tak kasat amin

0 Komentar:

Poskan Komentar

Berlangganan Poskan Komentar [Atom]

<< Beranda