Rabu, 04 Maret 2009

Memisahkan Suami dan Istri dengan Ilmu Apapun adalah Dosa besar oleh Sayyid. R. Muh. Rafi Ananda

Orang - orang yang diberi kelebihan nikmat berupa ilmu oleh Allah Swt terkadang bisa menjadi kufur tanpa disengaja . Hal Itu bisa terjadi misal : banyak sekali masyarakat umum yang punya kepentingan kesenangan dirinya sendiri lantas pergi ke para ulama / kyai di daerahnya masing - masing, dimana Kyai tersebut dianggap mempunyai kelebihan. Hal ini sangat sering kita jumpai dimana - mana. Dari sekian banyak mereka yang datang ke kyai , beberapa di antaranya meminta agar kyai tersebut membantu mendoakan untuk menceraikan/ memisahkan seseorang dengan pasangannya. Ada yang memakai ritual adat daerah tertentu, ada juga yang memakai doa yang diambil dari kitab suci. Hal ini ternyata merupakan salah satu dari beberapa pekerjaan yang dibenci sekali oleh Allah Swt. sebagaimana firman Nya dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 102 yang artinya :

Mereka mengikuti apa yang dibacakan syetan ( ketua tukang sihir ) pada masa kerajaan Sulaiman. Dan Sulaiman itu bukan orang kafir, tetapi syetanlah yang kafir. Mereka ajarkan ilmu sihir kepada manusia, dan apa - apa yang diturunkan kepada dua malaikat : Harut dan Marut di negeri Babil. Keduanya tiada mengajarkan sihir kepada seseorang , melainkan lebih dahulu berkata " Kami ini hanya mendatangkan cobaan, sebab itu janganlah engkau kafir, lalu mereka mempelajari dari keduanya apa - apa yang akan menceraikan antara suami dngan istrinya . Mereka itu tiada memberi melarat kepada seorang juapun kecuali dengan izin Allah. Mereka mempelajari apa - apa yang melarat kepada mereka dan tiada bermanfaat bagi mereka . Sesungguhnya mereka itu telah tahu, siapa yang membeli sihir ( mengerjakannya ) tak adalah untuknya bagian di akhirat. Sesungguhnya amat jahat orang - orang yang menjual dirinya dengan sihir jika mereka mengetahui.

Astaghfirullohal'adzim..

Semoga Allah selalu membimbing kita untuk selalu terjauh dari kekufuran , dari kekafiran dan dari perbuatan sihir.. Allah Maha TaHu sehingga dari dulu memerintahkan supaya kita semua membaca dan memahami Al Quran agar kita tahu apa yang boleh dan tidak boleh kita kerjakan.

Apakah mereka - mereka yang masih mau mengerjakan hal tersebut , yang terkadang masih memakai ayat - ayat al Quran itu memang tidak memahami Al Quran ? Apakah mereka hanya hafal ayat tanpa mengetahui artinya? Lantas dimana fungsi al Quran bagi mereka, dimana Quran itu adalah pedoman hidup kita semua ?

Subhanalloh...
perintah Allah tidak akan pernah salah, Dia perintahkan kita untuk membaca dan memahami al Quran dan mengamalkannya bukan untuk menghapal tanpa memahaminya apalagi mengamalkannya.
semoga Allah selalu membimbing kita hingga akhir hayat. Amin.

1 Komentar:

Pada 11 Januari 2011 00.05 , Blogger abdul rachman mengatakan...

Assalamu'alaikum
Teriring hormat,bersam ini saya ingin betanya,bagaiman kalu memisahkannya tersebut karena 1 alasan tertentu,misal:
Ibu kandung menjanda setelah ayah saya meninggal dunia ibu mnikah lagi dengan orang yg kurang menjalankan perintah2 agama & berani melanggar yg dilarang Alloh (sebut saja namanya DR). Saya dari awal tidak setuju karena alasan akhlak DR, tapi ibu tetep percaya bahwa DR bisa berubah. Padahal seringali ibuku dibohongi,aku beri tahu pun tetep tidak percaya. Saya setuju dengan judul tulisan ini,"Memisahkan Suami dan Istri dengan Ilmu apapun adalah dosa besar",yang jadi pertanyaan saya,apakah memisahkan suami & istri dengan suatu Ilmu karena suatu ALASAN tersebut di atas adalah dosa besar juga??????
Mohon penjelasannya,terimakasih
Waslm.

 

Poskan Komentar

Berlangganan Poskan Komentar [Atom]

<< Beranda