Kamis, 08 Januari 2009

Nabi Isro' Mi'roj dengan Ruhaninya ( setapak menuju sufi oleh sayyid Muh. Rafie Ananda )

Nabi Muhammad saw berisra' Mi'raj dengan ruh nya

Sampai sekarang banyak sekali perbedaan pendapat diantara ulama juga umat Islam tentang peristiw Isra' Mi'raj. Hal yang menjadi perselisihan pendapat adalah apakah nabi dalam peristiwa tersebut menggunakan raganya ataukah hanya dengan menggunakan ruhnya. Adapun yang berpendapat dengan raganya berdasar bahwa nabi adalah manusia yan maksum dan pilihan serta kekasih Allah, sedangkan yang berpendapat dengan ruhnya berasalan bahwa untuk menghadap yang Maha Suci maka hanya bisa dengan unsur yang suci yakni Ruh. Karena Ruh adalah sedikit RUH ALLAH yang ditiupkan, sedangkan raga nabi tetap berasal dari Mahluk Allah, dari sari pati alam.
Melihat kenyataan ini marilah kita coba kembali pada dasar Al Quran yang wajib kita imani, jangan hanya berdasar pada kefanatikan kitab - kitab karya manusia yang terbukti hanya menimbulkan perpecahan sebagai bukti bahwa manusia sangat terbatas.

Al Israak
1. Maha Suci Allah yang memperjalankan hambanya ( Muhammad ) pada malam hari, dari masjidil haram ke masjid yang sangat jauh ( Baitul Makdis ) yang telah Kami berkati sekeliling nya, supaya Kami perlihatkan kepadanya sebagian ayat - ayat ( tanda kekuasaan Kami ). Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
60. Ketika Kami berkata kepada engkau : sesungguhnya Tuhanmu meliputi semua manusia. Kami tiada jadikan penglihatan ( mimpi ) yang Kami perlihatkan kepada engkau ( ketika israk ) melainkan untuk cobaan bagi manusia dan ( begitu juga ) pohon kayu yang terkutuk dalam Quran. Kami pertakuti mereka itu, tetapi pertakut itu tiada menambah mereka melainkan kedurhakaan yang besar.
73. Sesungguhnya hampir mereka cobai engkau tentang apa yang Kami wahyukan kepada engkau supaya engkau mengada- adakan dusta terhadap Kami dengan lainnya. dan ketika itu mereka mengangkat engkau menjadi temannya.
74. Kalau sekiranya tiadalah Kami tetapkan ( pendirian ) engkau, sesungguhnya hampir engkau condong sedikit kepada mereka itu.
75. ( jika demikian) niscaya Kami rasakan kepada engkau dua kali lipat ( siksa ) hidup dan dua kali lipat ( siksa ) mati, kemudian engkau tiada memperoleh penolong terhadap Kami.

berdasar ayat - ayat tersebut jelaslah sudah bahwa Nabi Isra menggunakan RuHnya saja sehingga penglihatan nabi layaknya sebuah mimpi, apalagi dengan diukur jarak yang sangat jauh, apabila dengan raga pastilah sangat sukar, karena raga berasal dari sari alam. Berbeda dengan Ruh Yang berasal dari sedikit Ruh Nya , Ruh Yang Maha Kuasa. bahkan dalam ayat 74, 75 diatas, Allah berfirman bahwa nabi hampir saja tidak yakin dengan pengalamannya tersebut, apabila Allah tidak menguatkan pendirian nabi, niscaya ia akan condong keyakinannya seperti orang - orang yang mendengar cerita pengalaman nabi saat itu. Bahkan Apabila nabi sampai condong dan tidak yakin, Allah berfirman akan melimpahkan siksa dua kali lipat beratnya di dunia dan di akhirat untuk nabi.

85. Mereka bertanya kepada engkau tentang Ruh, katakan : Ruh itu sebagian dari urusan Tuhanku. Kamu tiada diberi pengetahuan melainkan sedikit.

Subhanallah.
terpujilah Allah, terpujilah Junjungan kita Nabi Muhammad saw yang dimuliakan Allah sampai hari Akhir. Semoga kita termasuk dalam umat yang selalu bersamanya. Amin.

Salam..
Ravie Ananda.

0 Komentar:

Poskan Komentar

Berlangganan Poskan Komentar [Atom]

<< Beranda