Minggu, 11 Januari 2009

Hari Sabtu menurut Al Quran ( setapak menuju sufi ) oleh sayyid Muh. Raffie Ananda

APAKAH SEMUA HARI ITU BAIK ?
oleh Ravie Ananda

Pandangan tentang hari baik dan hari buruk khususnya di masyarakat kita kadang sering kita jumpai. Perbedaan pandangan itu kadang menimbulkan pertentangan yang tajam dan masing - masing golongan yang bertentangan biasanya mengakhirinya dengan mengecam masing - masing lawannya dengan sebutan musryik atau yang lainnya. Anehnya golongan yang menentang bahwa ada hari - hari tertentu dan bulan - bulan tertentu yang tidak baik biasanya cenderung fanatik dan mengaku berdasarkan ayat - ayat Al Quran.Kemudian mereka dengan mudah memfonis golongan yang berpendapat bahwa ada hari dan bulan yang kurang baik atau pantang dengan sebutan musryik atau kejawen.Semua merasa paling benar. Bagaimanakah sebenarnya Al Quran menerangkan tentang hari dan bulan ?

Al Baqarah
65. Sesungguhnya telah kamu ketahui orang - orang yang melanggar peraturan diantara kamu pada hari sabtu, lalu Kami berkata kepada mereka: jadi keralah kamu serta terusir.
66. Maka Kami jadikan yang demikian itu suatu ibrah bagi orang - orang pada masa itu dan orang - orang yang kemudiannya dan jadi pengajaran bagi orang - orang yang taqwa.
dalam kedua ayat di atas ternyata Allah menerangkan bahwa memang kita sebagai orang yang taqwa wajib meyakini bahwa hari Sabtu adalah hari pantang, sehingga dalam ayat di atas disebutkan bahwa kejadian umat - umat terdahulu yang melanggar dan tidak percaya bahwa hari sabtu adalah hari pantang untuk dijadikan ibrah bagi umat kemudiannya dan bagi orang yang bertaqwa.

An Nisak

47. hai orang - orang ahli kitab, berimanlah kamu kepada ( Quran ) yang Kami turunkan sedang ia membenarkan ( kitab ) yang ada serta kamu ( Taurat ), sebelum Kami hapus mukamu lalu Kami jadikan dia ( seperti kuduk ) yang dibelakangmu, atau Kami kutuki mereka itu, sebagaimana Kami telah mengutuki orang - orang ( yang menangkap ikan ) pada hari sabtu dan perintah Allah itu mesti kejadian.
154. Kami tinggikan bukit ( Thur ) di atas mereka untuk ( menguatkan ) perjanjian mereka dan Kami katakan kepada mereka itu, masuklah kamu ke dalam pintu ( negeri ) itu dengan tunduk: dan juga Kami katakan kepada mereka, janganlah kamu melampaui batas pada ( hari ) Sabtu dan telah Kami terima dari mereka itu perjanjian yang teguh.

Kedua ayat di atas juga menyebutkan bahwa orang - orang yang melanggar perintah pada hari Sabtu maka Allah akan mengutuki mereka. Juga diterangkan dengan jelas bahwa kita dilarang melampaui batas pada hari Sabtu.

Al A'Raaf
163. Tanyakanlah kepada mereka tentang negeri yang terletak dekat laut. Ketika mereka melanggar perintah Allah pada hari Sabtu, ketika ikan - ikan mereka datang terapung - apung ( di muka air ) pada hari Sabtu, sedangkan pada hari ( yang lain ) bukan hari Sabtu tiada datang kepada mereka. Demikianlah Kami cobai mereka, disebabkan mereka orang - orang fasik.
165. Tatkala mereka melupakan apa - apa yang diperintahkan kepada mereka, Kami selamatkan orang - orang yang melarang kejahatan dan Kami siksa orang - orang yang aniaya dengan azab yang keras, disebabkan mereka fasik.
166. Setelah mereka sombong ( melanggar ) apa yang terlarang, Kami berfirman kepada mereka, jadi Keralah kamu serta terusir.

An Nahl
124. Hanya ( hari) Sabtu dijadikan ( hari besar ) bagi orang - orang yang berselisih tentang itu. Sesungguhnya Tuhanmu akan menghukum antara mereka pada hari kiyamat tentang apa - apa yang mereka perselisihkan.

ayat - ayat di atas menerangkan bahwa ternyata memang Allah menjadikan Hari Sabtu sebagai hari Pantang yang wajib diimani dan dipatuhi jika kita termasuk orang - orang yang bertaqwa, bahkan bagi orang - orang yang tidak percaya dan melanggar hari Sabtu ternyata digolongkan sebagai orang fasik. Sedangkan Allah menyelamatkan orang - orang yang melarang kejahatan ( kejahatan di sini berarti memperingatkan tentang hari sabtu sebagai hari Pantang ) dan Orang - orang yang melanggar hari sabtu tergolong sebagai orang telah berbuat kejahatan.
Menjadikan hari sabtu sebagai hari besar ( untuk kepentingan kita misal menikahka, memulai sesuatu dan lain - lain ) ternyata juga dilarang oleh Al Quran.
Subbhanallah.. Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan semua ciptaannya termasuk hari Sabtu dengan sebaik - baiknya dan dengan maksud yang nyata. Bukti bahwa Allah Maha sempurna, seperti Ia menciptakan Baik dan Buruk, surga dan neraka, manusia dan Iblis...
Kiranya alangkah piciknya kita jika dengan yakinnya mengatakan bahwa semua hari itu baik, semua bulan itu baik dan dengan mudahnya mengecap mereka yang meyakini bahwa Hari Sabtu itu pantang dengan sebutan Musryik dan kejawen.
Astaghfirullohal'adzim.. semoga Allah memaafkan kita semua.

Bulan Pantang
At Taubah
36.
Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah, dua belas bulan dalam kitab Allah pada hari Allah menjadikan Langit dan bumi. Diantaranya ada empat bulan suci ( tidak boleh berperang dalam bulan itu : Zulkaidah, Zulhijah, Muharram dan Rajab ). Demikianlah agama Allah yang lurus, sebab itu janganlah kamu menganiaya dirimu dalam bulan itu. Perangilah orang - orang musyrik semuanya sebagaimana mereka memerangi kamu semuanya. Ketahuilah bahwa Allah bersama orang - orang yang taqwa.

berdasarkan ayat di atas ternyata memang Allah menciptakan beberapa bulan yang suci yang wajib kita imani. Bulan Muharram atau dalam masyarakat jawa dikenal sebagai bulan Suro yang dijadikan bulan keramat, mereka sangat berhati - hati dalam bulan itu, ternyat ada relefansinya dengan ayat Al Quran. Melihat juga peristiwa - peristiwa tang telah terjadi, beberapa nabi yang mendapat ujian pada bulan Muharram, begitu juga tragedi mengenaskan yakni pembantaian terhadap seluruh keturunan Rosullulloh di padang karbala pada bulan Muharram.

Subhanallah...
Semoga Allah mengampuni kita semua. Amin
wassalam
Ravie Ananda

0 Komentar:

Poskan Komentar

Berlangganan Poskan Komentar [Atom]

<< Beranda