Sabtu, 06 Desember 2008

taman hikmah " Mahabbah Tajali " oleh sayyid R. Muh. Rafi Ananda

Mari kita kembali bertaubat dan memohon Ampunan Allah atas semua kemusyrikan kita

oleh Sayyid R. Muh. Rafi Ananda

Musyrik adalah sebuah kata yang secara harfiah masyarakat umum muslim berarti " menyekutukan Allah ". Prilaku ini sangat dibenci dan dilarang oleh Allah. Apabila kita mengkaji dalam kitab Suci Al Quran, dimana kitab tersebutlah yang wajib kita IMANI, sebagai salahsatu bagian dari rukun Iman yakni Iman kepada Kitab kitab Allah, maka kita akan mendapati beberapa ayat yang menerangkan tentang musyrik selain yang berarti menyekutukan Allah dengan selain Dia / menyekutukan dengan berhala - berhala dan semacamnya.
Ayat tersebut antara lain terdapat dalam surat Ar Rum ayat 31 dan 32 yang artinya:

31. " Hendaklah kamu kembali ( bertaubat ) kepada Nya dan takutlah kepadaNya dan dirikanlah sembahyang dan janganlah kamu termasuk orang - orang yang musyrik,

32. " ( yaitu ) orang - orang yang berpecah belah dalam agamanya serta bergolong - golongan. tiap - tiap golongan ( gembira ) dengan apa - apa yang ada di sisinya ".

berpedoman kedua ayat di atas maka marilah kita tengok dalam nurani kita masing - masing sebagai seorang muslim, apakah kita termasuk penganut agama yang bergolong - golongan? dan penganut yang bangga dengan golongan kita masing - masing ( fanatisme golongan ) ? Bukankan semua muslim itu bersaudara ? Bukankan Islam pada saat Rosul Muhammad SAW. tidak bergolong - golongan dan sangat kuat? Apakah itu disebabkan karena Beliau memang hanya menggunakan Al Quran sebagai pedoman hidup seperti yang Allah perintahkan? dan apakah kita Umat Islam di Negara yang berPANCASILA yang sebenarnya dasar nya KETUHANAN YANG MAHA ESA dimana dalam bahasa Arab berarti QUL HUALLOHU AHAD telah terpecah - pecah karena kita secara tidak sadar telah meninggalkan Al Quran, kitab yang wajib kita imani, dan kita yang kini cenderung berpedoman pada kitab - kitab karya manusia?

Marilah kita semua introspeksi diri kita, mengapa kita yang harusnya menjaga Islam yang Mulia malah mengotori dengan sikap kita berpecah - belah, saling memusihi, menghina, menyalahkan saudara muslim yang lain, dan kita bangga akan golongan kita masing - masing....

Astaghfirullohal Adzim... semoga Allah masih memaafkan kita dan memberi kita hidayah untuk kembali bersatu meluhurkan ISLAM di negara Pancasila tercinta ini, karena telah terbukti bahwa dasar negara kita , Ketuhanan Yang Maha Esa sangat sesuai dengan Ketauhidan Islam yakni Qulhuallahu Ahad ( Kesaksian Bahwa Tuhan Allah Hanya Satu / Esa ) sehingga Islam dapat berkembang subur di dunia. Terbukti lebih dari 60% muslim di dunia adalah penduduk Indonesia . Subhanalloh.. lahaula walaaquwwata illaa Billaah...

Subhanalloh..terpujilah Allah yang Maha Pemurah, Pengasih Lagi Maha Kuasa.
Mungkin masih belum terlambat buat kita untuk kembali kepada Al Quran, dan menjadikan ia sebagai dasar Hukum yang utama.

Marilah kita Bangga terhadap Al Quran yang suci dan sempurna yang berasal dari Allah, yang jelas benar dan baik dibanding kitab - kitab karya manusia.

Surat Al Baqarah ayat 79, 174, 175 dan 176 telah menyebutkan yang artinya :
79. " Maka celakalah bagi orang - orang yang menulis kitab dengan tangannya, kemudian mereka berkata " ini dari sisi Allah ", supaya dapat mereka menjualnya dengan uang yang sedikit. Celakalah bagi mereka karena tulisan tangannya dan celakalah bagi mereka karena usahanya".

174. " Sesungguhnya orang - orang yang menyembunyikan Kitab yang diturunkan Allah dan menjualnya dengan uang yang sedikit, maka tiadalah yang mereka makan masuk perutnya, melainkan api neraka dan Allah tiada bercakap - cakap dengan mereka pada hari kiyamat dan tiada pula membersihkannya, dan untuk mereka itu siksaan yanng pedih. "

175. " Mereka itu orang - orang yang membeli ( menukar ) kesesatan dengan petunjuk dan siksaan dengan ampunan. Alangkah mereka itu sabar masuk neraka ! "
176. " Demikian itu karena Allah telah menurunkan Kitab dengan sebenar - benarnya. Sesungguhnya orang - orang yang bersalah - salahan tentang Kitab itu adalah dalam perselisihan yang jauh."

Surat Al An Am ayat 159 yang artinya :
159. " Sesungguhnya orang - orang berpecah belah dalam agamanya dan mereka bergolong-golongan, bukanlah engkau dari golongan ,mereka itu sedikitjuapun. Sesungguhnya urusan mereka ( terserah ) kepada Allah, kemudian Allah mengabarkan kepada mereka tentang apa - apa yang mereka perbuat. "

Juga dalam Surat As Sabak ayat 5, 6, dan 38 yang artinya :
5. "Orang - orang yang berusaha melemahkan ( mengalahkan ) ayat - ayat Kami, untuk mereka itu siksa yang pedih diantara sejahat - jahat siksa".

6. " Orang - orang yang berilmu mengetahui bahwa apa - apa yang diturunkan kepadamu ( Muhammad ) dari pada Tuhanmu ( Quran ) ialah kebenaran dan dia menunjuki kepada jalan ( Allah ) Yang Mahaperkasa lagi Maha Terpuji".

38. " Orang - orang yang berusaha hendak melemahkan ( merusak ) ayat - ayat Kami, mereka itu dimasukkan ke dalam siksa ".

Surat Al Faathir ayat 32 yang artinya :
32. " Kemudian Kami pusakakan kitab itu untuk orang - orang yang Kami pilih di antara hamba - hamba Kami. Di antara mereka ada yang aniaya kepada dirinya ( tidak menurut isi kitab itu ) dan diantaranya ada yang sederhana ( menurut sekedar tenaganya ) dan di antaranya ada yang maju ( juara ) memperbuat kebaikan dengan izin Allah. Itulah Karunia yang besar".

Surat Yaasin ayat 11 dan 70 yang artinya :
11. " Hanya yang engkau beri peringatan ( yang menerimanya ) ialah orang yang mengikut peringatan ( Quran ) dan takut kepada Yang Maha Pengasih ( Allah ) dengan yang gaib ( siksaNya yang belum kelihatan ). Maka berilah dia kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia".

70. " Supaya ia ( Muhammad ) memberi peringatan kepada orang - orang yang hidup ( pikirannya ) dan tetaplah kalimat ( siksa ) bagi orang - orang yang kafir".

Surat Az Zumar ayat 23 yang artinya :
23. " Allah telah menurunkan sebaik - baik perkataan, ( yaitu ) kitab yang serupa ( keindahan ayat- ayatnya ) lagi didua - duakan ( diulang - ulang membacanya ) : oleh karenanya menggeletar kulit orang - orang yang takut kepada Tuhannya kemudian menjadi lembut kulit dan hati mereka untuk mengingat Allah. (Kitab ) itulah petunjuk Allah , Dia tunjuki dengan dia siapa yang dikehendaki Nya dan siapa yang disesatkan Allah, maka tidak adalah baginya orang yang menunjuki."
Amin
Wassalam
Sayyid R. Muh. Rafi Ananda

0 Komentar:

Poskan Komentar

Berlangganan Poskan Komentar [Atom]

<< Beranda